Selasa, 25 Oktober 2016

Edisi Video "Kontroversi" Sunni, Syi'ah, Wahabi dan Takfiri.....



RENUNGAN agar tidak berfikir suka TAKFIRI atau mengkafirkan orang lain dan menganggap diri dan golongannya saja yang paling benar dan orang lain SALAH : 
"Bro, aku lagi butuh 500 ribu, penting banget, darurat. Please, tolong pinjami aku dulu".
Sahabatnya membalas: "Tunggu barang 1/2 jam ya bro, insya-ALLAH nanti aku transfer".
Sudah lewat dari 1/2 jam . . satu jam . . tapi sahabatnya tk juga memberi kabar. Ketika ditelpon pun ternyata HP nya tdk aktif.
Ia pun mengirim SMS : "Selama ini aku tk pernah mengecewakanmu bro. Tapi kenapa skarang kau lari dariku?! Apa salahku?!"
Bbrapa saat berlalu....Setelah dibaca, sahabatnya menelpon kembali & berkata:
"Astaghfirullah, semoga ALLAH mengampunimu, Aku tidk bermaksud mematikan HP untuk lari darimu. HPku mati krn aku sedang menjual HPku untuk membantu kebutuhanmu. Lalu, dari sisa penjualan, aku belikan HP second yg murah agar bisa menghubungimu".
Sahabat ...
Manusia hari ini suka berprasangka krn lingkungan yg suka mempengaruhi...
Ada sangkaan baik & ada sangkaan buruk...
Orang rajin ibadah disangka riya;
yg bersantai disangka malas;
yg pakai baju baru disangka pamer;
Yg pakai baju buruk disangka tdk hormat;
Yg makan banyak disangka rakus;
ygmakan sedikit disangka “diet” ketat;
Yg baik disangka buruk;
Yg buruk disangka baik;
Yg tersenyum disangka mengejek;
Yg masam disangka menyindir;
Yg mengkritik disangka mengumpat;
Yg diam disangka menyendiri;
Yg menawan disangka pakai susuk;
Yg sering ikut kajian/ta'lim dianggap kelompok aliran macam2.
Siapa tahu..
Yg diam itu krn berzikir kpd ALLAH
Siapa tahu...
Yg tersenyum itu krn bersedekah;
Siapa tahu...
Yg bermuka masam itu krn mengingat dosa2nya;
Siapa tahu...
Yg menawan itu krn bersih hati & fikirannya;
Siapa tahu...
Yg ceria itu krn cerdas fikirannya & senantiasa mengingat ALLAH..
Siapa tahu..
Yg sering ikut kajian/ta'lim itu krn merasa masih kurang ilmu...
Sahabat...
Mari....
Hilangkan fikiran negatif....
Kembangkan energi positif...
Biasakan berfikir positif..
Berikan seribu alasan kebaikan kpd sahabat..
Agar hidup ini lebih inspiratif
Semoga Bermanfaat..
Tetap tersenyum & tetap SEMANGAT memperbaiki hati .


 Image result for syiah inggris dan sunni amerikaImage result for syiah inggris dan sunni amerika

Ayatullah Al Uzma Ali Khameneh’i: syiah yang dipropagandakan melalui media massa London dan Amerika dengan target memecah belah umat tidaklah berada di jalur Syiah yang sesungguhnya.
Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Al- Uzma Ali Khameneh’i di pertemuannya dengan para pengurus haji tahun ini mengatakan: Tokoh-tokoh Syiah seperti Imam Khumaini ra senantiasa menekankan persatuan umat Islam. Karena itu, syiah yang dipropagandakan melalui media massa London dan Amerika dengan target memecah belah umat tidaklah berada di jalur Syiah yang sesungguhnya.
Tapi kemudian muncul pertanyaan media massa apa yang dimaksud oleh pemimpin Revolusi Islam ini? Memang berapa tahun terakhir ini telah muncul berbagai media massa yang mengatasnamakan Syiah dan bermaksud memecah belah umat Islam. Berikut ini kami akan menyebutkan tiga di antanya:

Inilah Syiah Palsu Bikinan Inggris dan Amerika



1. Stasiun TV Ahle Bait
tv ahle bait
Sengaja kota suci Qom dipilih sebagai pusat pendirian stasiun ini dan nama suci Ahli Bait dipilih sebagai namanya. Orang Afgan bernama Hasan Allahyari yang menjadi direkturnya. Sejak awal lahirnya, stasiun TV ini menonjolkan perbedaan antar mazhab Islam, menekankan kelangsungan acara duka Fathimiyah yang diberi nama Acara Muhsiniyah, dan menyelenggarakan acara pesta Idul Zahra yang bersamaan dengan kematian Khalifah Umar bin Khathab.
Allahyari berusaha menyatakan bahwa stasiun TV ini didukung oleh para marjik taklid, tapi pernyataan ini ditolak tegas oleh mereka, bahkan Ayatullah Qurbanali Muhaqiq Kabuli marjik taklid Afganistan yang tinggal di Qom dan yang semula mendukung stasiun ini setahun setelah mengetahui substansinya yang memecah belah umat mengeluarkan pernyataan resmi tentang pentingnya persatuan umat Islam, dalam pernyataan itu dia menegaskan, ‘Kepada seluruh pengikut Ahli Bait as dan Syiah mereka yang sesungguhnya kami mohon dengan sangat untuk sama sekali tidak memberikan bantuan materi dan maknawi kepada stasiun TV parabola Ahli Bait. Menurut kami, pemberian bantuan syar’i –apa pun namanya- kepada stasiun ini atau stasiun-stasiun serupa dan acara lain –apa pun namanya- yang beraktivitas memecah belah umat bukan hanya tidak sah menurut syariat Islam, bahkan terhitung sebagai perbuatan membantu tindakan dosa dan melampaui batas.’

Pandangan Politik Allahyari
Supaya orientasi stasiun ini diketahui lebih jelas, ada baiknya kami menyebutkan pandangan politik Allahyari selaku direkturnya. Antara lain:
1. Mengobarkan perpecahan antara Syiah dan Sunni.
2. Mendukung slogan ‘Tidak Gaza tidak pula Libanon’ dengan dalih yang harus kita bebaskan terlebih dulu adalah Baqi’.
3. Menjauhkan orang-orang Syiah dari marjik-marjik taklid; menurut direktur stasiun TV ini, tidak ada satu pun dari marjik taklid Syiah yang adil. Bahkan berulangkali dia melecehkan Ayatullah Uzma Imam Khumaini, Ayatullah Uzma Khameneh’i, Ayatullah Uzma Makarim Syirazi, dan Ayatullah Uzma Behjat.
4. Menghantam Negara Republik Islam Iran dan menjatuhkan citranya sebagai pendukung Kaum Mustadafin menjadi musuh Ahli Bait!
5. Membanding-bandingkan pemerintah Imam Khumaini ra dengan pemerintahan Dinasti Abbasi.
6. Membela Amerika dengan alasan kebebasan berekspresi yang dijunjung di negeri ini.
Hasan Allahyari ini sendiri berdomisili di Amerika. Perlu diketahui bahwa di Amerika ada undang-undang stasiun TV parabola yang isinya apabila sebuah stasiun TV melakukan pelecehan terhadap hal-hal yang sakral menurut kelompok mazhab, pemikiran atau sosial tertentu maka stasiun itu dibubarkan dan surat izinnya dicabut. Tapi kenapa stasiun bernama Ahle Bait yang isinya tidak keluar dari pelecehan ini tidak dibubarkan dan dicabut surat izinnya?! Bukankah itu tidak lain karena stasiun TV ini menentang Republik Islam Iran dan memecah belah umat Islam?!

Keyakinan Atas Dasar Pemikiran Kelompok Hujatiyah
Keyakinan dan kata-kata Allahyari cocok sekali dengan pemikiran kelompok Hujatiyah. Menurutnya, orang-prang Syiah tidak boleh berbuat apa-apa –gerakan reformasi Islam, kesadaran Islam dan sebagainya-, melainkan mereka hanya boleh menanti secara pasif sampai kedatangan Imam Mahdi af.
Stasiun TV ini menyebarluaskan upacara pukul kepala dan badan dengan senjata tajam demi memperingati perjuangan Imam Husain as. Padahal, para ulama Syiah seperti Ayatullah Uzma Ali Khameneh’i melarangnya.
Target stasiun TV ini adalah mengarahkan orang-orang Syiah pada pemikiran Kelompok Hujatiyah yang juga merupakan produk Inggris dan Amerika; karena itu inti aktivitasnya adalah mencaci maki Ahli Sunnah, bahkan mengelurkan fatwa hukuman mati untuk orang-orang sunni. Sekarang pun kita dapat menyaksikan berbagai pelecehan dan penghinaan dari pihak Allahyari dan stasiun TV-nya yang diberi nama suci Ahli Bait. Dengan cara ini dia ingin memecah belah antara saudara muslim Syiah dan Ahli Sunnah.

Stasiun Produk Gedung Putih
Berapa waktu lalu, Hujatul Islam Nabawi deputi Badan Tablig Hauzah Ilmiah Qom membeberkan data-data yang membuktikan aktivitas Amerika di balik Stasiun TV Ahle Bait, dia mengatakan, ‘Tujuan Stasiun yang mengatasnamakan pembelaan terhadap Syiah dan penyebaran ajaran Ahli Bait as ini adalah pencitraan buruk Mazhab Syiah.’
Karena sensitivitas yang terus meningkat terhadap stasiun TV ini, pengadilan istimewa Ruhaniah di Qom memutuskan hukum penyegelan kantor stasiun TV itu. Keputusan ini menyebabkan para aktor di balik stasiun ini mencaci maki ulama Islam dan pula Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Uzma Ali Khameneh’i. Mereka menyebut sistem pemerintahan Islam Iran sebagai pendukung Ahli Sunnah dan mengklaimnya sebagai sistem yang hendak melemahkan Mazhab Syiah Ahli Bait as. Bersamaan dengan itu, tokoh-tokoh Kelompok Hujatiyah menggugat kebebasan kelompok Ahli Sunnah untuk bertindak di Iran dan menuntut dukungan terhadap stasiun TV Ahli Bait.

2. Stasiun TV Salaam; Islam Minus Politik & Politik Minus Islam
Berapa tahun yang lalu, jarang sekali orang yang menyeriusi bahaya Islam Amerika yang bersembunyi di balik gaun tablig Syiah dan menyusup di tengah barisan pengikut Ahli Bait as. Tapi sekarang, setelah tampaknya jalinan erat antara Stasiun ini dengan gelombang politk dan anti keamanan, jarang orang yang tidak mengerti bahwa stasiun TV Salaam bekerja untuk politik emperialis anti Islam. Lebih lagi hari-hari ini para pendukung sekularisme telah terjun langsung ke kancah politik dan menentang keras Republik Islam.
Direktur stasiun TV Salaam membentuk jaringan atas nama ‘Kelompok Ruhaniawan Tradisional Iran Kontemporer’ dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan keras yang mendukung kerusuhan-kerusuhan di Republik Islam Iran.

Dana
Ketika setiap hari kita mendengar berita baru tentang pembantasan transfer dana bagi orang-orang Iran di seluruh dunia, tapi stasiun TV Salaam malah mengumumkan sekian banyak nomor rekening di negara-negara seperti Amerika, Jerman, Australia, dan Dubai untuk menampung bantuan dana dari para pemirsanya.
Stasiun TV ini disiarkan melalui Satelit Hotbird yang tentu saja menuntut biaya sewa yang tinggi. Ditambah lagi dengan biaya pendirian dan pengelolaannya sehingga mencakup seluruh benua, itu pun dengan iklan yang sangat terbatas. Karena itu, sudah pasti stasiun TV Salaam ini memiliki sumber dana yang jauh lebih dari sekedar bantuan para pemirsa. Dan sampai sekarang, direktur dan administratornya tidak memberikan penjelasan yang transparan mengenai hal ini.
Bukan hal yang sulit untuk diketahui bahwa dolar Amerikalah yang mendanai stasiun TV Salaam dan menggaji pekerjanya. Hal itu diperkuat dengan tidak diterapkannya undang-undang pembubaran stasiun TV yang memprovokasi pertikaian antar mazhab dan melecehkan hal-hal yang sakral menurut mazhab.

Pengelabuan
Berapa waktu lalu, orang-rang dari kelompok Hujatiyah yang punya pengaruh pada stasiun TV Salaam mengimbau direkturnya untuk menambah tingkat akseptabilitas atasiun ini di tengah masyarakat dengan cara mendapatkan pernyataan dukungan dari marjik-marjik tradisional, bukan dari marjik-marjik politik. Hal itu karena di tengah masyarakat terkenal bahwa stasiun TV ini ditentang oleh para marjik. Itulah kenapa kemudian acara-acara TV ini sering menyebut nama marjik dan ruhaniawan terkenal.
Berapa tahun terakhir juga kita menyaksikan stasiun ini senantiasa berusaha keras untuk memperkenalkan aksi pukul kepala dan badan dengan senjata tajam sebagai salah satu tradisi Islam, dan tentu saja acara seperti ini didukung oleh musuh-musuh Islam. Di salah satu acara itu, Muhammad Hidayati Direktur TV Salaam yang sekaligus merupakan ahli agama di Voice of Amerika mengatakan, ‘Berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an, ternyata aksi pukul kepala dan badan dengan senjata tajam ini mempunyai latar belakang yang kuat di dalam Al-Qur’an. Ruhaniawan palsu ini dengan cara memutarbalikkan ayat Al-Qur’an berusaha mengatasnamakan aksi itu sebagai ajaran Al-Qur’an.’
Tapi, begitu dangkal dan salah kaprahnya argumentasi Hidayati sampai-sampai ahli agama di kandang yang sama tidak tahan untuk diam diri dan tidak menggugatnya. Ahli agama itu bernama Mahdi Khalaji, ketika itu juga dia angkat suara menentang celotehan ruhaniawan palsu dari Washington DC itu seraya mengatakan, ‘Apa yang dikatakan oleh Hidayati betul-betul salah kaprah dan merupakan pemalsuan terhadap Al-Qur’an.’
Setelah itu, acara tetap digiring untuk menyebutkan aksi pukul kepala dan badan dengan senjata tajam sebagai tradisi tua kelompok Syiah dan faktor mentalitas keberanian serta pengorbanan, karena itu menurut acara tersebut aksi ini diperbolehkan oleh pemerintah Amerika untuk diselenggarakan di sana, sehingga orang-orang Syiah dengan mudah sekali melakukan aksi itu di jalan raya-jalan raya Amerika.

Sekularisme
Salah satu kriteria stasiun TV Salaam adalah penekanan terhadap sekularisme atau pemisahan agama dari politik dan sebaliknya. Di samping itu, ia juga senantiasa menyoroti dan menjunjung para marjik taklid yang sedikit banyak bergerak melawan Revolusi Islam Iran. Ditambah lagi dengan upayanya yang tidak kenal henti untuk mengobarkan perpecahan antar mazhab dan pelecehan terhadap Ahli Sunnah.
3. Stasiun TV Fadak; Syiah Versi Peleceh Ahli Sunnah
tv fadak
Dalam hal pecah belah umat untuk merebut kekuasaan, Inggris memang ahlinya. Salah satu yang dilakukannya adalah mempersiapkan seorang Syiah Dua Belas Imam dengan paras dan penampilan santri atau kiai yang sangat menarik, lalu menyediakan Husainiyah untuk dia di London dengan segenap fasilitas yang dibutuhkan seperti mimbar pidato, bahkan stasiun TV dan Hauzah Ilmiah yang berfungsi sebagai media penyebarannya atas nama Syiah Sejati dan musuh pertama Wahabi.
Yasir Yahya Abdullah Alhabib direktur stasiun TV Fadak lahir pada tahun 1977 jebolan Universitas Kuwait di jurusan ilmu politik. Masih muda sekali usianya, tiga tahun setelah mendirikan ‘Yayasan Khuddam Al Mahdi’ di Kuwait sikap-sikap radikalnya memaksa pemerintah Kuwait untuk menyegel yayasannya dan memenjarakan dirinya.
Tingkah laku sembrono pemuda ini ternyata menarik perhatian Inggris; secepat kilat mereka menjadikan penangkapan Alhabib sebagai pusat perhatian badan-badan resmi HAM di Inggris dan Amerika. Aparat Kuwait sendiri pasti terkejut kenapa badan-badan resmi HAM itu memilih kiai muda ini di antara sekian tahanan di sana, tapi daripada tambah ruwet persoalannya maka belum genap tiga bulan di penjara mereka telah membebaskannya.
Kiai muda bebas dari penjara dan langsung bersahabat dengan pihak-pihak terkait di Inggris. Tak lama kemudian dia mendapat suaka dan perlindungan dari Inggris dan seketika itu pula dia pergi ke utara negeri tersebut. Tidak butuh lebih dari dua tahun tinggal di sana dia sudah berhasil domisili di London dan mengembangluaskan kegiatannya secara pesat. Terbitlah surat kabar ‘shianewspaper’, berdirilah Hauzah Ilmiah bernama ‘Imamain Askariyain’, launchinglah stasiun TV satelit Fadak dan pada tahun 2010 yayasan dia di London dipindah-kembangkan menjadi Husainiyah Sayidus Syuhada’ dan disediakan kompleks baru untuk hauzah, kantor, media surat kabar, situs, dan stasiun TV Fadak untuknya.
Ruhaniawan muda inilah yang sekarang aktif sekali di mimbar-mimbar London berpidato atas nama Syiah untuk seluruh pemirsa di dunia demi kepentingan imperialisme modern.

Api Yang Menyasar Suni dan Membakar Syiah
Supaya lebih jelas, cukup kiranya tiga tahun kita mundur ke belakang; tepatnya pada Bulan Ramadan 1431 H, tanggal 17 bulan itu yang merupakan hari kematian wafatnya Siti Aisyah istri Nabi Saw, kiai muda bayaran Inggris ini menggelar majelis di Husainiyah dan berpidato di atas mimbar dengan segala macam caci maki serta kata kotor terhadap istri nabi tersebut.
Setelah menyebutkan alasan-alasan busuknya untuk membuktikan fitnah kemunafikan dan kepestaporaan istri nabi itu, dia mengakhiri pidatonya dengan seruan strategis! seraya berkata, ‘Perayaan hari kebinasaan Aisyah adalah keniscayaan agama; karena, hari kebinasaan Aisyah merupakan hari kemenangan Islam yang agung.’ Situs kiai bayaran Inggris ini dengan penuh bangga melaporkan bahwa stasiun TV Fadak menayangkan perayaan penuh berkah ini secara penuh. Di samping itu, di bagian atas dari layar penayangan acara itu tertulis slogan ‘Allahu Akbar … Aisyah Fin Nar’, dan untuk pertama kalinya dalam sejarah hal seperti ini terjadi. Di sela-sela acara juga dilantunkan kasidah-kasidah kegembiraan atas apa yang mereka sebut dengan kebinasaan pucuk kekafiran Aisyah dan rasa syukur atas kenikmatan lepas diri dari istri Nabi Saw ini.

Fatwa Pemadam Fitnah Perpecahan
Sebelumnya, Alhabib kiai muda bayaran Inggris ini menerbitkan buku yang isinya tiada lain penghinaan dan pelecehan terhadap Siti Aisyah istri Nabi Saw, dan saat itu pula ulama dan kaum Syi’ah mengecam keras buku itu. Khususnya ulama Syi’ah di Kuwait dan Saudi Arabia, seperti Syaikh Amri, Syaikh Husain Ma’tuq, Syaikh Hasan Shaffar, Syaikh Ali Alumuhsin, Syaikh Abduljalil Samin, Syaikh Namir, dan Sayid Hasyim Salman menunjukkan sikap dan reaksi keras terhadapnya.
Tindakan kiai muda bayaran Inggris ini berhasil merusak citra Mazhab Syiah di berbagai penjuru dunia, bahkan seperti yang dikatakan oleh Syaikh Abdulaziz Alusyaikh mufti awal Saudi Arabia perbuatan dia telah mencegah perkembangan Mazhab Syi’ah di negara-negara Arab dan Islam serta mengembalikan orang-orang yang cenderung kepada mazhab ini ke jalan yang sebelumnya.
Sikap kiai muda bayaran Inggris ini juga berhasil mengobarkan kebencian kelompok Wahabi terhadap kelompok Syiah, sehingga para ulama papan atas Syiah sendiri kewalahan dalam meredam kebencian itu dan menciptakan perdamaian. Maka pada akhirnya, para ulama Syiah Saudi Arabia mengirimkan surat pertanyaan fatwa kepada Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Uzma Ali Khameneh’i tentang masalah ini, jawaban fatwa dia menjadi pemadam fitnah perpecahan yang lebih luas. Dia berfatwa:
“Pelecehan terhadap simbol-simbol saudara Ahli Sunnah, antara lain tuduhan terhadap istri Nabi Saw adalah haram. Hal ini juga mencakup istri-istri semua nabi, khususnya Sayidul Anbiya’ Nabi Agung Muhammad Saw”
Fatwa ini langsung tersebar melalui stasiun TV Aljazira, suratkabar Al Anba’ Kuwait, situs Muhith, suratkabar Al Safir Libanon, Al Hayat London, situs radio-televisi Mesir dan lain-lain.
Syaikh Al Azhar, Ahmad Thayib di dalam surat pernyataannya bahkan memberikan reaksi yang positif sekali terhadap fatwa Pemimpin Revolusi Islam ini, dia mengatakan:
“Dengan pujian dan kerelaan hati saya telah menerima fatwa penuh berkah Imam Ali Khameneh’i mengenai pengharaman terhadap penghinaan atas sahabat Nabi ra atau pelecehan terhadap istri-istri Rasulullah Saw. Fatwa ini berasal dari pengetahuan yang benar dan kesadaran yang dalam tentang bahaya apa yang telah dilakukan oleh ahli fitnah, dan ini menunjukkan keinginan yang sungguh-sungguh akan persatuan umat Islam. Hal yang membuat fatwa ini menjadi lebih penting daripada yang lain adalah prihal kemunculan fatwa itu dari salah seorang ulama besar muslim dan salah satu marjik taklid Syiah yang paling besar bahkan yang sekaligus merupakan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran. Saya, berdasarkan posisi keilmuan dan mengingat tanggungjawab syariat yang harus dipikul, menyatakan bahwa upaya demi persatuan umat Islam adalah wajib, sedangkan perbedaan antara pengikut mazhab-mazhab Islam harus dibatasi pada tingkat perbedaan pendapat di antara ulama dan para ahli yang sekiranya tidak sampai membahayakan persatuan umat Islam. Karena Allah Swt berfirman, ‘Dan jangan kalian bertikai niscaya kalian jadi lemah dan kehilangan kekuatan, dan bersabarlah sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” [Mashreqnews – FIPMI]
Sumber: taqrib.info
Sumber : Pesantren awliya / https://syiahnews.wordpress.com/2016/01/09/inilah-syiah-palsu-bikinan-inggris-dan-amerika/

Syi'ah dan Sunni itu ada Syi'ah Takfiri dan Sunni Takfiri kalau wahabi jelas dan PASTI takfiri, kiblat islam sekarang ada 3, Islam Sunni yang diwakili Sunni Syafe'i ala Indonesia dan dianut mayoritas penduduk dan pemerintah Republik Indonesia (CINTA HAUL, MAULID, TAWASSUL, ZIARAH KUBUR), Islam Syi'ah yang diwakili Syi'ah 12 Imam / Mazhab Jakfari dan dianut mayoritas penduduk dan pemerintah Republik Islam Iran (CINTA HAUL, MAULID, TAWASSUL, ZIARAH KUBUR) serta "Islam" wahabi yang dianut mayoritas pemerintah kerajaan arab saudi wahabi salafi takfiri pendukung teroris isis (BENCI HAUL, MAULID, TAWASSUL, ZIARAH KUBUR).... jadi pilih yang mana ??? Pendukung teroris isis sang penebar kebencian sesama ummat manusia dan ummat islam seperti wahabi salafi takfiri kerajaan arab saudi atau penebar kedamaian seperti Republik Indonesia dan Republik Islam Iran ???


Ciri-ciri Syiah Takfiri dan Sunni Takfiri ==>> Agenda utama musuh adalah menebar perselisihan di tengah kaum muslimin dan permusuhan di antara pengikut berbagai madzhab Islam. Dengan cara ini, musuh bisa menyibukkan umat dan memalingkan perhatiannya dari agenda sebenarnya yang dirancang oleh musuh, yaitu kaum kapitalis bejat dan kaum zionis keji yang merampas negeri bangsa lain.==> klik di https://www.youtube.com/watch?v=xCW5K_s7Q-M&t=55s


Dokumenter Syi'ah Takfiri ==>> Persatuan adalah istilah yang ditakuti oleh musuh-musuh Islam. Dengan adanya persatuan dalam tubuh Islam, kuffar tidak akan bisa menghancurkan Islam, di antara cara musuh untuk menghancurkan Islam adalah, menciptakan Islam ala mereka sendiri, atau dengan kata lain kelompok Takfiri, baik dalam tubuh Ahlusunnah maupun Syi'ah. Mereka menciptakan Syi'ah yang mengkafirkan sahabat, mencela istri-istri Nabi saw, di sisi lain mereka juga menciptakan kelompok kelompok ekstrim dalam tubuh Ahlusunnah, yang menghalalkan darah orang-orang Syi'ah. Orang-orang awam akan menyamaratakan semua Syi'ah, bahwa mereka adalah pembenci sahabat dan halal darahnya, meskipun kenyataan nya tidak seperti itu. Hanya syiah ciptaan Inggris lah yang mengkafirkan dan mencela sahabat dan istri-istri Nabi saw.
Dana yang dikeluarkan untuk membiayai kelompok-kelompok tersebut berasal dari saku yang sama...
Dalam video ini juga disertakan ceramah singkat dari pemimpin tertinggi Republik Islam Iran dan sekjen Hizbuah Libanon Sayyid Hasan Nasrullah yang keduanya mengungkap serta membongkar makar dan rencana musuh dalam menciptakan kelompok-kelompok Takfiri tersebut.
Selamat menyimak... klik di https://www.youtube.com/watch?v=DmgdLzx_Q3o



Wahhabi Takfiri dan Syiah Takfiri Dua Kutub Pemecah Belah Umat ==>> Allamah Syaikh DR. Sami Al-Assalah memperingatkan umat agar waspada terhadap dua kelompok Islam aliran keras, yaitu kelompok Wahhabiyyah Takfiri dan kelompok Syiah Takfiri yang menyimpang dari madrasah Syiah Ahlulbait Nabi Saw. Beliau menegaskan bahwa dua kelompok ini merupakan dua sisi yang saling bertentangan untuk memicu perpecahan umat Islam.
Dalam kesempatan yang sama, Syaikh Al-Assalah juga sangat mengapresiasi sikap dua tokoh besar dan penting yang merupakan dua ulama rujukan di dalam madrasah Syiah Ahlulbait Nabi saw, yaitu Ayatullah Ali Khamenei dan Ayatullah Sayyid Ali Sistani, yang mengecam perilaku orang-orang yang menyimpang dari ajaran mazhab Syiah yang selalu melancarkan celaan terhadap para sahabat dan istri-istri Nabi Saw. Selamat menyimak di https://www.youtube.com/watch?v=-JamkA4q7qI



Salafi Takfiri Bukan Ahlussunnah Wal Jamaah ==>> Konferensi Ahlussunnah wal Jamaah di Grozny – Chechnya yang diselenggarakan pada 25 – 27 Agustus 2016 telah dihadiri oleh lebih dari 200 ulama Sunni sedunia. Di antara yang hadir adalah Habib Umar bin Hafidz, Syaikh Ali Jum’ah, Grand Syaikh Al-Azhar Dr. Ahmad Thayyib, Habib Ali Jufri, Syaikh Osama Al-Azhari, Syaikh Dr. Taufik Ramadhan Al-Buthi, dan ulama-ulama besar lainnya dari kalangan Ahlussunnah Wal Jamaah.
Grand Syaikh Al-Azhar, di dalam sambutannya di acara pembukaan konferensi tersebut, Jumat (26/08/2016), menegaskan bahwa Ahlussunnah wal Jamaah adalah mazhab Al-As’ariy, Al-Maturidi, Ash-Shufiyyah, dan Ahlulhadist yang kesemuanya tidak sembarangan dalam mengkafirkan, membid’ahkan, dan memfasikkan kaum Muslimin dari mazhab lain.
Imam Besar Al-Azhar ini mengecam kelompok-kelompok yang senang melakukan kejahatan dan menebarkan kebencian atasnama Ahlussunnah dan Salaf, seraya menyatakan bahwa Ahlusunnah Wal Jamaah berlepas diri dari kelompok-kelompok tersebut. Masih banyak lagi hal yang telah disampaikan oleh Grand Syaikh saat pembukaan konferensi ini. Untuk lengkapnya, saksikan video berikut ini. klik di https://www.youtube.com/watch?v=xpeqyKNUkgE&t=59s



Sunni-Syiah Dua Sayap Islam, Bersaudara dalam Satu Agama ==>> Sunnah - Syiah dua sayap Islam. Inilah ungkapan yang sering disampaikan secara berulang-ulang oleh Grand Syaikh Al-Azhar Dr. Ahmad Thayyib di berbagai tempat dan kesempatan. Tak terkecuali di Jerman, saat kunjungannya ke parlemen Jerman, Grand Syaikh juga menegaskan kembali ungkapannya tersebut.
Bahkan bukan hanya merupakan dua sayap untuk Islam, melainkan juga Sunnah - Syiah bersaudara dalam satu agama, demikian pernyataannya di hadapan parlemen Jerman, pada tanggal 15/03/2016. Selamat menyimak, klik di https://www.youtube.com/watch?v=RToFwstRJ6s&t=46s


  Image result for syiah inggris dan sunni amerika

     


Mainsource : https://ahlulbaitnabisaw.blogspot.com/2016/05/syiah-yasir-al-habib-dari-london-tidak.html


a4f37ea56ff1f7e0e14f510d16fc0675Republik Islam Iran dan Syiah Takfiri

MetroIslam.com – Meski tidak sedikit yang menolak, Syekh Tawhidi, ulama Syiah ‘kontroversial’ yang dilaporkan berasal dari Australia ini sempat mendarat di Indonesia pada awal Oktober 2015. Dakwahnya yang dinilai bertentangan dengan kebhinekaan membuat dua ormas Syiah di Indonesia pun menolak kehadirannya.  Sikap ekstrim di kalangan Syiah sendiri telah menjadi sorotan para ulama otoritatif Syiah khususnya di Iran.
Di Qum misalnya, pada Ferbruari lalu, ulama dan cendikawan Muslim dari berbagai negara duduk bersama untuk membahas metode pendekatan (taqrib) di antara mazhab-mazhab Islam. Forum internasional yang sepenuhnya dibiayai Republik Islam Iran itu menandakan perhatian yang serius pada masalah ekstremisme dalam mazhab-mazhab Islam, khususnya Syiah.
Tampil sebagai keynote speaker, Ayatullah Muhsin Araki, tanpa tedeng aling-aling langsung melayangkan kritik pedas pada kelompok yang disebut sebagai ‘Syiah Ekstrimis’. Selain menyerang simbol-simbol yang dihormati oleh Sunni, Syiah ekstremis ini juga gemar melakukan “tathbir”, yaitu upacara memukul kepala mereka sendiri dengan benda tajam yang menyebabkan darah mengalir dalam rangka memperingati wafatnya Imam Husain. Menurut Araki, sikap dan perilaku Syiah ekstrimis itu ingin menggiring umat Islam pada perpecahan dan menggambarkan Syiah sebagai ajaran ekstrim di mata dunia. Bagi Araki, kelompok Syoah ekstrimis yang berbasis di Amerika Serikat (AS) dan Inggris ini ingin membuat Syiah sama ekstrimnya dengan kelompok ultra puritan seperti Islamic State (ISIS).
Menurut laporan situs Al Monitor,  orang-orang yang dimaksud dengan ‘Syiah Ekstrimis” oleh Araki ialah mereka yang tergabung dalam ‘Shirazian’. Kelompok ini merujuk pada para pengikut Ayatullah Shadiq Shirazi, ulama kelahiran Karbala yang saat ini berdomisili di Qom dan megasuh 19 TV satelit dalam bahasa Persia, Arab, Inggris dan Turki. Sebagian TV itu memiliki pusat stasiun siaran di Inggris, seperti TV Khadijah di Peterborough dan TV Al Zahra di Harrow, London, Inggris. Tak ayal, mereka pun disebut sebagai “Syiah MI6” sehubungan dengan sebagian mesin dakwahnya yang disokong oleh London. MI6 merupakan sebutan buat badan intelijen rahasia terkemuka Inggris.
Melalui semua TV satelit yang bisa diakses dari berbagai negara itu, Shirazian secara terang-terangan ‘menyerang’ para sahabat dan istri Nabi–suatu sikap yang diharamkan oleh pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Dalam pidatonya pada September 2013, Ali Khamenei yang juga marja’ Syiah ini menyebut “Syiah MI6” ini sebagai salah satu musuh Iran di samping AS dan Israel. Menyinggung mereka yang senantiasa menumpahkan bensin untuk membakar konflik Sunni-Syiah, Khamenei megatakan “Syiah yang dipropagandakan melalui media massa London dan Amerika dengan target memecah belah umat tidaklah berada di jalur Syiah yang sesungguhnya.”
Pengikut Shirazian yang termasuk anti pemerintahan Islam Iran itu sebenarnya memiliki latar belakang sejak Iran masih di bawah rezim Syah. Ketika masa pengasingan di Irak karena menentang rezim Syah, Imam Khomeini sempat ke Karbala, tempat Imam Husain, cucu Nabi Muhammad, dimakamkan. Tidak seperti kebanyakan ulama Irak yang tidak suka pada Khomeini, kakak Shadiq Shirazi yang bernama Ayatullah Muhammad Shirazi yang tinggal di Karbala menerima Khomeini dengan tangan terbuka. Sikap baik Shirazi ini diketahui Khomeini bertujuan untuk memanfaatkan dirinya dalam persaingan antara Karbala dan Najaf sebagai pusat Syiah di Irak. Alih-alih tinggal di Karbala, Khomeini akhirnya memutuskan untuk tinggal di Najaf. Sikap inilah yang lantas membuat Shirazi kecewa.
Ketika intimidasi rezim Saddam pada Syiah kian buas, Shirazi mengungsi ke Qum, Iran. Pasca tumbangnya rezim Syah, obsesi Shirazi untuk mendapatkan bagian kekuasaan pada pemerintahan baru diketahui oleh Khomeini. “Imam Khomeini sangat cerdas dan memahami politik di hauzah-hauzah (pesantren)” kata Mehdi Khalaji, anggota senior di Washington Institute untuk kebijakan Timur Tengah. “Dia tahu nama dan kredibilitas Shirazi tidak baik di mata kebanyakan warga Qom maupun Najaf.  Agaknya pengucilan ini memperkuat sikap pengikut Shirazian untuk menjadi oposisi pemerintahan bentukan Khomeini hingga kini.”
Adalah wajar jika Khamenei menyebut ‘Syiah MI6’ ini musuh Iran yang tidak kalah bahayanya dengan AS dan Israel. Dalam perjalanan kepemimpinan Khamenei, Shirazian pernah terlibat dalam apa yang disebut dengan ‘revolusi hijau’ pada pemilu 2009 di Iran. Meski Shirazi menjadi tahanan rumah, tapi jaringan internasional pengikutnya cukup membuat Iran kerepotan melawan mereka. Ketika pemerintahan Iran mendukung program Pekan Persatuan Sunni-Syiah, program berbagai jaringan TV Shirazi yang disokong Barat itu justru mengkampanyekan apa yang mereka sebut dengan Pekan Bara’ah. Meminjam istilah dalam Al-Qur’an, Bara’ah diartikan sebagai ‘berlepas diri’ atau memutus hubungan dengan mereka yang dianggap kafir, termasuk sebagian sahabat yang dihormati mayoritas umat Islam.
Salah satu TV jaringan Shirazi adalah TV Salam yang disiarkan dari California. TV ini kerap mengkampanyekan slogan kemurnian Islam, mirip dengan kampanye kaum ultra puritan ‘Salafi’. TV Salam, di bawah asuhan Mohammad Hidayati, menyerang Khomeini bukan karena dianggap politkus fundamentalis tapi disebabkan dia membuat Islam (baca: Syiah) jauh dari “kemurniannya”. Bagi Hidayati, yang kerab muncul di program VOA, Khomeini dan penggantinya Khamenei telah mencampur aduk Islam dengan ajaran tasawuf dan filsafat. Dari London, Ayatullah Mujtaba  Shirazi, adik Shadiq yang kini menetap di London, dan menantunya Yasser Habib, tidak jarang tampi di TV Fadak untuk ‘menyerang’ para sahabat dan istri Nabi. Yasser Habib, yang dikenal dengan bukunya “Prostitute: The Other Face of Aisha”, memusatkan aktivitas dakwah ekstremisnya di London setelah diusir dari tanah airnya, Kuwait, karena menyebarkan propaganda anti-Sunni.
Di Zurich, Muhammad Ahmadi, salah satu pendukung Shirazi, menolak tuduhan “menyerang Sunni” dan mengklaim tuduhan itu sebagai ‘pernyataan propaganda’.  Bagi pria kelahiran Isfahan-Iran ini, Shirazi percaya pada “koalisi politik tapi tidak dengan teori persatuan” dengan Sunni. Kelompok seperti Shirazi ini, menurut Mehdi Khalaji, tetap akan sulit diterima oleh mayoritas masyarakat Iran dan arus utama Syiah karena sikapnya yang tidak moderat dan ‘anti-modernisme’. Stasiun TV Shirazi, misalnya, tidak pernah memberi ruang bagi perempuan untuk tampil di publik. Demikian juga mereka sepenuhnya menolak program-program kesenian seperti musik. Pada tahun lalu mereka ikut dalam pemilu di Irak tetapi gagal meraih walau hanya satu kursi, bahkan di Karbala yang menjadi basis politik gerakan ini sekalipun.
Source: www.beritaprotes.com / http://metroislam.com/iran-dan-syiah-takfiri/

imam-ali-khamenei_syiah-menjawab 

Imam Ali Khamenei : Mengusik Mazhab Islam Lain, Ciri “Syiah Inggris”


“Mengusik perasaan mazhab Muslim lainnya atas nama Syiah, sejatinya adalah “Syiah Inggris” .- Imam Ali Khamenei –
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei mengatakan, kelompok yang menyebut dirinya Muslim Syiah namun menghujat simbol-simbol mazhab Islam lainnya, mereka tidak kurang bahayanya dengan kejahatan yang dilakukan kelompok ekstrimisme seperti ISIS dan Front an-Nusra.
Mengklaim sebagai Syiah namun mencaci tokoh besar Ahlusunnah sejatinya Syiah palsu buatan agen intelijen Inggris.
“Mengusik perasaan mazhab Muslim lainnya atas nama Syiah, yang sejatinya “Syiah Inggris”, telah melahirkan tindak kejahatan sebagaimana kelompok prajurit bayaran afiliasi Amerika Serikat dan agen intelijen Inggris, seperti ISIS dan Front an-Nusra,” kata Imam Khamenei dalam sebuah acara di Tehran seperti dikutip Press TV, Selasa 20/9.

Muhsin Araki (Ulama Syiah Iran) Hujat Penghina Simbol-Simbol Sunni
Di tempat berbeda, ulama otoritatif Iran Muhsin Araki, tanpa tedeng aling-aling melayangkan kritik pedas pada kelompok yang mengklaim dirinya Syiah namun menyerang simbol-simbol yang dihormati oleh Sunni.
Selain menghujat para sahabat Nabi, kata Araki, mereka juga gemar melakukan “tathbir”, yaitu upacara memukul kepala mereka sendiri dengan benda tajam yang menyebabkan darah mengalir dalam rangka haul Imam Husain.
Menurut Araki, sikap dan perilaku para ekstrimis itu ingin menggiring umat Islam pada perpecahan dan menggambarkan Syiah sebagai ajaran ekstrim di mata dunia. Senada dengan Ali Khamenei, Araki menyebut kelompok yang berbasis di Amerika Serikat dan Inggris ini ingin membuat Syiah sama ekstrimnya dengan kelompok ultra puritan seperti ISIS dan an-Nusra.
Seperti diketahui, dengan dalih mengkafirkan orang-orang yang tidak mengikuti ajaran mereka, ISIS dan front an-Nusra – cabang Al-Qaeda di Suriah, yang baru saja mengganti nama dan mengklaim telah berpisah dari induknya, – mementaskan bentuk kriminal bengis terutama di Suriah dan Irak.
Menurut laporan situs Al Monitor, orang-orang yang dimaksud dengan “ekstrimis” oleh Araki ialah mereka yang tergabung dalam ‘Shirazian’. Kelompok ini merujuk pada para pengikut Shadiq Shirazi yang megasuh 19 TV satelit dalam bahasa Persia, Arab, Inggris dan Turki.
Sebagian TV itu memiliki pusat stasiun siaran di Inggris, seperti TV Khadijah di Peterborough dan TV Al Zahra di Harrow, London, Inggris. Tak ayal, mereka pun disebut sebagai “Syiah MI6” sehubungan dengan sebagian mesin dakwahnya yang disokong oleh London. MI6 merupakan sebutan buat badan intelijen rahasia terkemuka Inggris.
Melalui semua TV satelit yang bisa diakses dari berbagai negara itu, Shirazian secara terang-terangan ‘menyerang’ para sahabat dan istri Nabi–suatu sikap yang diharamkan oleh pemimpin tertinggi Iran, pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei.
Dalam pidatonya beberapa waktu lalu, Khamenei menyebut “Syiah MI6” ini sebagai salah satu musuh Iran di samping AS dan Israel. Menyinggung mereka yang senantiasa menumpahkan bensin untuk membakar konflik Sunni-Syiah, Khamenei megatakan, “Syiah yang dipropagandakan melalui media massa London dan Amerika dengan target memecah belah umat tidaklah berada di jalur Syiah yang sesungguhnya.”
Sumber : IslamIndonesia.id / https://syiahmenjawab.com/imam-ali-khamenei-mengusik-mazhab-islam-lain-ciri-syiah-inggris/


Pendiri situs anti-kerahasiaan WikiLeaks, Julian Assange, membocorkan informasi bahwa Amerika Serikat (AS) mencoba menggulingkan Presiden Suriah, Bashar Al-Assad, sejak 2006. Salah satu caranya dengan mengadu dan menciptakan ketegangan antara kaum Sunni dan Syiah.
Menurut Assange, strategi adu domba Amerika Serikat ini dilaksanakan untuk memprovokasi Pemerintah Assad. Whistleblower yang sedang bersembunyi di Kedutaan Ekuador yang berlokasi di London-Inggris itu mengungkapkannya dalam sebuah dokumenter yang disiarkan hari Minggu di stasiun televisi Rossiya1.
Boss WikiLeaks itu menyatakan bahwa, Washington sedang berusaha untuk membuat Pemerintah Suriah paranoid. ”Dan mendapatkan reaksi berlebihan,” katanya, yang menambahkan bahwa AS menciptakan ketegangan antara Sunni dan Syiah.
Assange mengklaim bahwa anggota pasukan udara AS, Inggris dan Prancis pernah bertemu dengan perwakilan dari Stratfor, sebuah perusahaan intelijen global sebelum Desember 2011. Para pejabat menyatakan bahwa sudah ada agen khusus yang bertindak di Suriah, tapi mereka membutuhkan kemarahan besar untuk memicu pertumpahan darah. Mereka membutuhkan alasan yang signifikan guna menyerang sistem pertahanan udara Suriah.


Suriah telah dilanda perang saudara sejak 2011, di mana pasukan rezim Assad memerangi beberapa pasukan faksi oposisi dan kelompok-kelompok militan radikal. Konflik di Suriah semakin parah, setelah muncul kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Seperti dilansir CNN (21/12/2015) - Negara-negara Barat dan beberapa Negara Timur Tengah tidak menganggap Assad sebagai pemimpin otoritas yang sah dari Suriah. Sementara Rusia, salah satu sekutu Assad, menilai bahwa Assad harus tetap memimpin Suriah.
Pada tahun 2011, Washington memberlakukan sanksi terhadap Assad dengan harapan bahwa ia akan mengundurkan diri. Tapi, sampai saat ini Assad masih berkuasa, terutama sejak ditolong sekutunya, Rusia.
Suriah pada 2014 juga pernah menggelar Pemilu di mana Assad terpilih lagi menjadi Presiden setelah menang telak dengan perolehan suara 88,7 persen. Namun, Amerika Serikat dan sekutunya menganggap Pemilu itu sebagai lelucon.[metroIslam] / http://pkspuyenganonline.blogspot.co.id/2016/02/adu-domba-sunni-syiah-adalah-strategi.html

Khamenei: Syiah di Irak dan Sunni di Amerika Sama-Sama Musuh Islam


Ali KhameneiTeheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Grand Ayatullah Ali Khamenei menegaskan bahwa persatuan umat Islam sekarang adalah kebutuhan nomor satu di dunia Islam. Sebagaimana dilaporkan Alalam, hal ini dia kemukakan dalam kata sambutannya saat menerima kunjungan para peserta Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-28 di Teheran, Jumat (9/1/2015).
“Bersanding saja umat Islam satu sama lain sudah cukup untuk memberikan jatidiri kepada dunia Islam dan menciptakan keagungan bagi umat Islam,” katanya.
Dia mengaku prihatian menyaksikan keberhasilan konspirasi musuh Islam dalam menciptakan perpecahan di tengah umat Islam.
Menurutnya, seandainya kepedulian bangsa-bangsa Muslim dengan fasilitas dan potensinya yang sedemikian besar dan istimewa tercurahkan kepada persoalan-persoalan yang general dan primer, bukan pada persoalan-persoalan sekunder, niscaya wibawa umat Islam sudah terangkat di mata dunia.
Lebih lanjut dia menyebutkan bahwa orang-orang Sunni ataupun Syiah yang menjalin relasi dengan badan intelijen Inggris dan Amerika Serikat (AS) sama-sama telah bertindak anti Islam.
“Syiah yang menjalin hubungan dengan aparat intelijen Inggris tak patut disebut Syiah, demikian pula Sunni yang menjalin hubungan dengan intelijen AS tak patut disebut Sunni. Kedunya sama-sama musuh Islam,” tegasnya.
Khamenei menilai sebagian negara di Timur Tengah membangun kebijakan politik luar negeri berdasar sentimen anti Iran.
“Ini merupakan kesalah besar dan bertentangan dengan akal, kebijaksanaan dan logika… Tak seperti mereka, Iran membangun kebijakan politiknya berdasarkan semangat persahabatan dengan bangsa-bangsa Muslim dan negara-negara jiran,” ungkapnya.
Dia menambahkan, “Ketika kubu arogan dunia berusaha menebar Islamfobia dan menodai citra Islam yang suci, bukankah pernyataan-pernyataan yang menimbulkan perpecahan dan tindakan saling menodai citra sesama umat Islam bertentangan hikmat, akal dan siasat?” (mm) / http://liputanislam.com/internasional/timur-tengah/khamenei-syiah-di-irak-dan-sunni-di-amerika-sama-sama-musuh-islam/

Selasa, 18 Oktober 2016

"Supporter" Imam Husain as di arena sepakbola dunia : NU dan Pancasila Target Utama Takfiri, Bukan Syiah

Siapa sebenarnya target utama penyesatan, pembid’ahan dan gerakan masif takfirisme yang merajalela sekarang ini? Percayakah anda, Bukan Ahmadiyah, bukan pula Syiah. Tapi tak lain tak bukan adalah NU.

Iseng-iseng di Google saya ketik ‘NU sesat’. Saya dapati ada 538.000 tulisan. Berikutya saya ketik kata kunci ‘Syiah sesat’,  ada 544.000 tulisan. Menarik kan? Ternyata hampir sama jumlah kata kunci ‘Syiah sesat’ dan ‘NU sesat’, menarik untuk mencari tahu, Siapakah dalangnya?
Kenapa tak hanya Syiah, tapi NU secara masif  (tapi kurang disadari) disesatkan juga? Siapa sebenarnya target utama penyesatan, pembid’ahan dan gerakan masif takfirisme yang merajalela sekarang ini? Percayakah anda, Bukan Ahmadiyah, bukan pula Syiah. Tapi tak lain tak bukan adalah NU.
Ahmadiyah dan Syiah itu di Indonesia kan secuil, seiprit. Di Indonesia ini tak ada untungnya juga nyerang Syiah sebenarnya. Itu cuman target sekunder saja. Ahmadiyah dan Syiah hanyalah batu loncatan untuk menyerang target utama: NU. Kenapa menyerang NU? Karena NU-lah (bersama Muhammadiyah) yang menjadi benteng penjaga bangsa ini sejak, bahkan sebelum, kemerdekaan Indonesia. Jika NU hancur, hancur pulalah bangsa ini.
Seperti Libya, Suriah, dan Irak. Lihatlah, sekarang kelompok takfiri ini sudah tak malu-malu lagi menyerang. membid’ah-bid’ahkan dan bahkan menyesatkan amaliah NU seperti tahlil, maulid, shalawat, ziarah, dll itu kan? Bahkan dari dalam tubuh NU sendiri pun gerakan anti NU -tulen yang wasath, yang moderat dan toleran- mulai bermunculan. Ketika menyerang Ahmadiyah, mereka mulus-mulus saja, karena Ahmadiyah memang tak punya doktrin ‘melawan’. Tapi ketika target lanjutannya adalah Syiah, di sinilah kelompok takfiri ini kesandung dan nyonyor, karena Syiah memilik militansi. Syiah mencoba meniru semangat juang SAYYIDINA HUSAIN. Syiah memiliki derita panjang bulan-bulanan Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah. Syiah adalah orang yang dibesarkan dengan doktrin menjadi petarung dan pejuang, yang tak akan diam dan siap bangkit melawan.
Menarik untuk dicermati. Secara kultural, Syiah dan NU di Indonesia memiliki hubungan yang sangat erat. “NU adalah Syiah minus Imamah, Syiah adalah NU plus Imamah”, begitu kata alamarhum Gus Dur.
Wahabi Takfiri terlalu nekat kalau langsung menyerang NU, karena itulah Syiah dijadikan batu loncatan. Karena itu bisa dimengerti bahwa NU tak akan hancur kalau Syiah tidak dihancurkan lebih dulu. Syiah-pun tak akan bisa dihancurkan, selama NU tidak dikacaukan terlebih dahulu. Karena itu, kelompok takfiri ini (bisa di Sunni-Syiah-Wahhabi), tak akan pernah bisa berhasil merobohkan NU selama mereka tak berhasil menstigma Syiah sebagai sesat, kafir, dan bukan Islam. Karena dari situlah mereka mendapat pintu masuk untuk menyerang NU, yaitu dari pintu ajaran, amaliah, dan kultur Syiah yang sama dengan NU (shalawatan, mengharap syafaat, maulid, haul, ziarah, tahlil, dll).
Jangan pula heran ketika fitnah pada Syiah begitu massif dan sistematis. Tak hanya dari luar Syiah, bahkan dari dalam Syiah sendiri pun disusupi antek-antek takfiri pemuja Yasir Habib yang tinggal di London dan Tawhidi yang asal Australia. Jika Syiah roboh, NU juga Roboh. Berikutnya  PANCASILA digantikan KHILAFAH.
#saveNKRI

Kenalkah Kau dengan al Husain, Cucu Kesayangan Nabi?

Al Husain tidak lama bersama Nabi. Diusianya baru menginjak 6 tahun, sang kakek meninggal dunia. Betapa sedihnya al Husain kecil. Terus terbayang masa kecil yang indah bersama sang kakek. Betapa kakeknya selalu hanya ingin membuatnya senang. Sedikit luka saja, sang kakek sudah sedemikian risaunya.


Dia hanya berjarak setahun dengan abangnya, al Hasan. Sebagaimana abangnya, namanya juga adalah pemberian Allah Swt melalui malaikat Jibril As yang meminta Nabi Saw menyebutnya al Husain, yaitu Hasan kecil. Dihari ketujuh kelahirannya, sebagaimana juga abangnya, dia diaqiqah dengan sembelihan satu ekor kambing.
Para sahabat sang Kakek juga turut merasakan kebahagiaan akan kelahirannya. Dalam mazhab Syiah dan juga Maliki, aqiqah untuk anak laki-laki dan perempuan tidak ada bedanya, masing-masing dengan sembelihan satu ekor kambing. Islam yang datang dengan doktrin laki-laki dan perempuan sama derajatnya, mustahil membeda-bedakan laki-laki dan perempuan justru dihari-hari awal kelahirannya. Suka cita dalam penyambutan kelahiran anak, sama, anak laki-laki dan perempuan tidak ada bedanya. Islam datang justru hendak merombak tradisi yang membeda-bedakan anak laki-laki dengan perempuan.
Masa kecil al-Husain diliputi kebahagiaan dan keceriaan masa anak-anak. Dia tidak pernah terlihat berpisah dengan kakeknya. Sahabat-sahabat Nabi Saw ketika menceritakan tentang al Husain, mereka akan berkata, “Selalu saja kulihat al Husain itu duduk dipangkuan Nabi, sambil sesekali diciumi Nabi.” Bahkan ada salah seorang sahabat yang merasa risih, saking seringnya dia melihat Nabi menciumi al Husain.
“Ya Rasulullah, saya mempunyai 10 anak laki-laki dan tidak seorangpun dari mereka yang pernah kucium.”
“Kenapa?”
“Kami tidak mencium anak laki-laki.”
“Barang siapa yang tidak menyayangi, tidak akan disayangi. Saya tidak bisa berbuat apa-apa, kalau Allah akan mencabut rasa sayang dari hatimu.”
Tidak hanya diwaktu senggang, Nabi selalu bersama al Husain. Bahkan diwaktu sedang memimpin jamaah shalat sekalipun. Al Husain dan abangnya berkejaran diantara kedua kaki Nabi yang sedang shalat. Ketika Nabi sujud, keduanya bergantian menunggangi pundak Nabi. Akibatnya, Nabi memperlama sujudnya. Sehabis shalat, para sahabat bertanya, apa gerangan yang terjadi mengapa sampai sujud Nabi sedemikian lama. Nabi menjawab, “Kedua cucuku ini menunggangi punggungku, dan kubiarkan keduanya menyelesaikan keinginannya.”
Salah seorang sahabat pernah mendapati Nabi sedang asyik bermain dengan kedua cucunya. Al Husain dan al Hasan naik dipunggung Nabi bersamaan. Sahabat itu turut tersenyum melihat tingkah keduanya, sambil berkata, “Amat beruntung kalian berdua, memiliki tunggangan yang paling baik.” Nabi berkata, “Dan keduanya adalah penunggang terbaik.”
Pernah Nabi sedang berkhutbah. Diatas mimbar beliau melihat al Husain dan abangnya berkejar-kejaran. Karena baju yang dipakai al Husain kepanjangan, ia menginjaknya sendiri, dan terjatuh. Nabi spontan melompat dari mimbar dan menggendong cucunya itu, kemudian melanjutkan khutbahnya kembali. Nabi tidak ingin al Husain terluka sedikitpun, apalagi sampai menangis. Menenangkan hati cucunya itu, lebih utama bagi Nabi dibanding khutbah yang disampaikannya.
Berkali-kali sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, kami melihat, begitu besar kecintaanmu pada al Husain.” “Iya, al Husain dari aku, dan aku dari al Husain. Mencintai aku siapa yang mencintainya, dan memusuhi aku siapa yang memusuhinya.” Mendengar sabda itu, sahabat-sahabat Nabipun berlomba-lomba menunjukkan kecintaan yang serupa kepada al Husain.
Setiap Nabi usai menyampaikan khutbah atau nasehat kepada sahabat-sahabatnya, al Husain dan al Hasan segera berlomba berlari kembali ke rumah. Keduanya adu cepat untuk menyampaikan apa yang dikatakan Nabi kepada ibunya, Fatimah az Zahra. Begitu Imam Ali datang dan hendak bercerita kepada istrinya tentang apa yang telah disampaikan Nabi tadi, Sayyidah Fatimah segera memotong, “Sudah saya tahu.”
Imam Ali hanya keheranan, “Kamu tahu dari mana?”. Sang Bunda tersenyum sambil menunjuk kedua anak laki-lakinya yang cekikan senang.
Pernah, ada seorang kakek tua sedang berwudhu, namun caranya salah. Al Husain dan al Hasan melihat kejadian itu. Al Husain segera berkata kepada abangnya, “Bang, yuk kita bertanding, siapa yang wudhunya paling benar.”
Al Hasan menyanggupi tantangan itu. “Tapi siapa yang menjadi jurinya?” Al Husain pun meminta kepada kakek yang hadir disitu.
“Kek, siap jadi juri ya..”
Sang kakek mengiyakan.
Keduanyapun melakukan wudhu dihadapan kakek itu. Dan begitu usai, kakek ditanya siapa yang wudhunya paling benar.
Sang kakek berujar, “Wudhu kalian berdua benar. Saya yang salah.”
Al Husain sukses memberitahu cara wudhu yang benar kepada si kakek, tanpa merasa digurui.
Al Husain tidak lama bersama Nabi. Diusianya baru menginjak 6 tahun, sang kakek meninggal dunia. Betapa sedihnya al Husain kecil. Terus terbayang masa kecil yang indah bersama sang kakek. Betapa kakeknya selalu hanya ingin membuatnya senang. Sedikit luka saja, sang kakek sudah sedemikian risaunya.
Tapi tahukah kau akhir hidup cucu yang begitu disayangi Nabi itu?. Tahukah kau bagaimana kisah selanjutnya dari penunggang Nabi itu? Tahukah kau apa yang terjadi dengan leher dan bibir al Husain yang sering dikecup oleh Nabi itu?
Ia mati dalam keadaan lehernya tersembelih, dan bibirnya ditusuk-tusuk pedang.
Ketika kepala al Husain yang telah terpisah dari tubuhnya dibawa kehadapan Yazid. Yazid memukul-mukul batok kepala itu dengan tongkat, dan mempermain-mainkan bibir di kepala itu.
Sahabat-sahabat Nabi yang telah tua renta histeris melihat kejadian itu.
“Hentikan wahai Yazid, aku melihat dengan mata kepala sendiri, bibir itu sering diciumi oleh Nabi.”
Kau mungkin tidak tahu banyak mengenai itu, sebab cerita yang kau dapati tentang al Husain, dia yang sedang tertawa senang sedang menunggangi Nabi, kakeknya.
Hanya itu… seolah-olah al Husain, hanyalah cucu Nabi, yang sepanjang usianya adalah cucu yang larut dalam kegembiraan masa kanak-kanak.
Mana masa muda al Husain, yang diminta ayahnya untuk melindungi khalifah Utsman dari pembunuhan? Mana masa muda al Husain yang ikut membela ayahnya dalam perang-perang melawan kaum pemberontak? dan mana masa akhir al Husain, yang syahid di Karbala menjaga nyala agama yang disiarkan kakeknya?
Nabi bersabda tentangnya, “Al Husain adalah pemimpin pemuda di surga…”
Kau tahu dimana kepalanya yang sempat dipermainkan itu dikubur?
Secuil itukah yang kau tentangnya?
10 hari pertama Muharram, berusahalah tahu banyak tentangnya, kau akan mengenal agama ini lebih dekat...

Pesan Majma Jahani Ahlubait As Umat Islam Syiah dalam Rangka Peringatan Muharram Dan Safar:

Majelis Duka yang Benar adalah Jalan Melawan Islam Palsu

Dengan membudayakan tradisi yang benar harusnya dapat menghindarkan dari Islamphobia, Syiahphobia dan perpecahan-perpecahan dan jika hal ini tidak dapat dihindarkan, maka musuh Islam akan menggunakan kesempatan ini; oleh karenanya kita harus mampu membuat putus asa musuh dengan mengikuti majlis duka dibawah payung persatuan.


Menurut kantor berita ABNA, dalam rangka peringatan Majelis Husaini bulan Muharam dan Safar Majma Jahani Ahlubait As memberikan pesan duka dan nasihat-nasihat kepada para anggota dan orang-orang terkait.
Dalam pesan ini disebutkan bahwa peristiwa karbala sejalan dengan seruan fitrah yang selalu bersinar, hidup abadi dan mengutamakannya dengan cara menghidupkan nama dan budaya Husain bin ‘Ali As ini merupakan ibadah.   
Dalam pesan ini ditekankan pula bahwa majlis duka yang benar merupakan cara menghadapi Islam-Islam palsu, “menurut pandangan maraji’ dan pembesar-pembesar Syi’ah, menghina para pembesar Ahlusunnah adalah pekerjaannya Syi’ah Inggris; dengan cara yang seperti ini bersama dengan para Ahlusunnah Amerika mereka mengenalkannya sebagai bencana dunia Islam, berpaling dari wilayah dan penghinaan-penghinaan mereka disebarkan dan dilancarkan lewat musuh.
Tugas kita dalam hal ini adalah harus melakukan acara belasungkawa dengan sangat waspada, berdiri tegas melawan penghinaan, penyebab perpecahan, dan khurafat-khurafat seperti Qamezani (memukul menggunakan cambuk besi, pisau, belati atau pedang kecil) dan bid’ah-bid’ah yang banyak dijumpai pada saat acara duka; karena hal ini tidak sesuai dengan ajaran Karbala.”
Berikut adalah teks lengkap pesan Majma Jahani Ahlubait As:
Bismillahirahmaanirahiim
Imam Shadiq As berkata:
«نفس المهموم لظلمنا تسبیح و همُّه لنا عبادة و کتمان سرّنا جهادٌ فی سبیل الله» (أمالی شیخ مفید،ص338(
Artinya: “Nafas orang terzhalimi demi kami (ahlubait) adalah tasbih, penderitaan yang dialami demi kami adalah Ibadah dan menyembunyikan rahasia kami adalah jihad di jalan Allah” (Syeikh Mufid Amali, hal. 338)
Kepada seluruh anggota, orang terkait, para mubaligh dan para perwakilan Majma Jahani Ahlubait As yang terhormat,
Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatu
Dengan mengirimkan shalawat kepada Nabi Muhammad Saw dan Ahlubait As dan dengan sangat terhormat; kami menyampaikan belasungkawa kepada para pengikut Ahlubait As, semua umat muslim dan kaum merdeka di seluruh dunia atas kedatangan bulan Muharram dan Safar Husaini, hari-hari penuh duka keluarga ma’shumin dan wilayah, musim pembaharuan ba’iat kepada keturunan suci Rasulullah Saw dan musim ‘labbaik’ seruan yang mempersatukan.
Majma Jahani Ahlubait As dalam rangka peringatan acara duka Ahlubait As merasa berkewajiban untuk menyampaikan nasihat atau pesan-pesan dalam rangka mengagungkan syi’ar-syi’ar kebenaran Islam suci Muhammadi:
Tragedi karbala sejalan dengan seruan fitrah yang selalu bersinar, hidup abadi dan mengutamakannya dengan cara menghidupkan nama dan budaya Husain bin ‘Ali As ini merupakan ibadah.
Majlis duka yang benar merupakan jalan melawan Islam Palsu; atas dasar inilah majelis duka tidak boleh hanya membaca syair-syair atau puisi saja dan para pemuka agama dan para mubaligh agama dalam mimbar-mibarnya harus mementingkan tema-tema yang bersangkutan dengan tujuan bangkitnya Imam Husain dan pergerakan Asyura dengan berlandaskan pada Ayat-ayat suci dan hadits-hadits, dan menjauhkan diri dari perkataan-perkataan lemah dan tidak bersanad, tidak berisi, tidak rasional, membangkitkan perpecahan dan merusak persatuan umat.
Dengan membudayakan kebudayaan yang benar harusnya dapat menghindarkan dari Islamphobia, Syiahphobia dan perpecahan-perpecahan dan jika hal ini tidak dapat dihindarkan, maka musuh Islam akan menggunakan kesempatan ini; oleh karenanya kita harus mampu membuat putus asa musuh dengan mengikuti majelis duka dibawah payung persatuan.
Kecintaan dan mahabah Husaini harus lebih ditunjukan dengan cara yang logis dan para mubaligh harus membentengi masyarakat dengan cara menjelaskan fitnah-fitnah musuh agar mereka berkumpul dibawah bendera Imam Husain As.
Menurut pandangan maraji’ dan pembesar-pembesar Syi’ah, menghina para pembesar Ahlusunnah adalah pekerjaannya Syi’ah Inggris; dengan cara yang seperti ini bersama dengan para Ahlusunnah Amerika mereka mengenalkannya sebagai bencana dunia Islam, berpaling dari wilayah dan penghinaan-penghinaan mereka disebarkan dan dilancarkan lewat musuh. Tugas kita dalam hal ini adalah harus melakukan acara belasungkawa dengan sangat waspada, berdiri tegas melawan penghinaan, penyebab perpecahan, dan khurafat-khurafat seperti Qamezani (memukul menggunakan cambuk besi, belati atau pedang kecil) dan bid’ah-bid’ah yang banyak dijumpai pada saat acara duka; karena hal ini tidak sesuai dengan ajaran Karbala.
Amr Bil Ma’ruf wa Nahy ‘anil Munkar yang merupakan salah satu tujuan penting pergerakan Asyura adalah satu-satunya cara melawan serangan budaya barat; oleh karena itu kita harus berusaha menyebarkannya dengan Akhlaq dan ma’nawiyat yang dibarengi dengan cara yang logis yang merupakan syarat masuknya di hati masyarakat ini.
Kita berharap kepada Allah Swt agar secepatnya memenuhi janjinya untuk kebebasan setiap orang-orang yang terzhalimi di dunia, di Bahrain, Yaman, Suriah, Iraq, Pakistan, Palestina dan negara-negara Islam lainnya dan kemenangan mereka dari para penguasa dunia, Zionis, kelompok-kelompok takfiri, dan ancaman anti Islam. Semoga Allah menyelamatkan dan memberikan hidayah kepada dunia manusia dengan kedatangan Imam Mahdi Ajf.
Majma Jahani Ahlubait As
30 Dzulhijjah 1437 H

Liputan Khusus:

Bedanya Jika Ikut Langsung Peringatan Asyura

Selama hampir satu jam, Sayyid Ali Rabbani membawakan narasi tragedi Karbala. Meski dia berkebangsaan Iran, namun bahasa Indonesianya sangat fasih.

Suara Sayyid Ali Rabbani tiba-tiba tercekat. Sejenak dia terdiam setelah sebelumnya menceritakan bagaimana Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib, tetap mendirikan Shalat secara berjamaah pada malam 10 Asyura. Shalat diikuti oleh anak-anaknya, para ponakannya (anak-anak saudaranya, Imam Hasan) serta beberapa sahabat dan pengikut setianya.
Setelah mengambil nafas yang panjang, Sayyid Ali melanjutkan kisahnya. Malam itu, Imam Husain mengumpulkan seluruh sahabat serta anggota keluarganya di dalam tenda utama. Kala itu, mereka sudah dalam kondisi terkepung oleh puluhan ribu pasukan Yazid bin Muawiyah, dan dalam kondisi kehausan karena akses mereka ke sungai terdekat diboikot.
Imam Husain lalu menyampaikan bahwa besok, peperangan akan terjadi dan akan banyak yang menjemput kematian. Qasim, salah satu putra Imam Hasan yang masih belasan tahun lalu berkata, “Apakah besok aku juga akan syahid?”, Imam Husain menanggapi pertanyaan keponakannya, “Puteraku, bagaimana kematian itu dalam pandanganmu?”. Ia menjawab, “Kematian bagiku, lebih manis dari madu.” Imam Husain lalu menjawab, “Iya, puteraku, besok, kamu juga akan meraih kesyahidanmu.”
Kisah yang disampaikan Sayyid Ali Rabbani ini spontan membuat jemaah yang menghadiri majelis Asyura, menangis tersedu-sedu. Tangis mereka semakin menjadi-jadi ketika narasi dilanjutkan, saat bagaimana ribuan prajurit tanpa perasaan membantai Qasim bin Hasan yang maju ke medan laga seorang diri. Seorang remaja berwajah tampan yang mirip dengan ayahnya, Imam Hasan, cucu Nabi Muhammad Saw, kini tak bernyawa, tergeletak bersimbah darah di Padang Karbala.
Selama hampir satu jam, Sayyid Ali Rabbani membawakan narasi tragedi Karbala. Meski dia berkebangsaan Iran, namun bahasa Indonesianya sangat fasih.
Usai menyelesaikan narasi tragedi Karbala, Sayyid Ali yang merupakan salah satu Qari dari Iran ini, memimpin Doa Ziarah Imam Husain, semacam doa untuk menyatakan kesetiaan terhadap perjuangan Imam Husain, dan menyatakan berpaling dari orang-orang yang memerangi Sang Imam di Karbala, pada 10 Muharram 60 Hijriyah lalu.
Ziarah ini ditutup dengan sujud bersama, sembari memohon kepada Allah Swt, agar bisa mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad Saw dan para keluarganya, termasuk Imam Husain. Muslim Syiah meyakini, para Ahlulbait Nabi Saw yang berjumlah 12 orang, termasuk Imam Husain, kelak akan menemui para peziarahnya dan memberikan mereka syafaat di hari akhir kelak.
Jurnalis Berita Kota Kendari, diperkenankan mengikuti ritual yang digelar di Hotel Qubra, Kendari, Selasa (11/10), yang bertepatan dengan 10 Muharram itu. Acara yang dihadiri sekitar seratusan muslim Syiah dari seluruh Sulawesi Tenggara ini, dibuka sekitar pukul 13.00 dan berakhir tiga jam kemudian.
Meski demikian, ritual ini sempat mendapatkan protes dari puluhan orang yang merupakan aktivis Anti-Syiah. Namun protes mereka tak membuat ritual Asyura di dalam hotel sampai terganggu. Seluruh ritual berjalan dengan lancar dan khidmat dari awal sampai selesai.
Ratusan aparat gabungan Polri dan TNI pun terus melakukan pengamanan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi, jumlah jamaah Syiah yang ikut dalam acara itu terbilang sedikit. Itu pun masih terdiri dari perempuan dan anak-anak.
Ketua DPW Ikatan Jemaah Ahlul Bait Indonesia (Ijabi) Sultra, Ustad Nunung Piagi menyesalkan adanya gerakan yang ingin menggagalkan ritual Asyura. “Anda bisa lihat sendiri, bahwa peringatan Asyura ini hanya membacakan narasi tragedi di Karbala dan doa bersama. Apanya yang dipersoalkan? Apa salah jika kami memperingati kesyahidan Imam Husain?” kata Ustad Nunung.
Dia juga mengatakan, sudah seringkali mengundang tokoh atau warga di luar Syiah untuk melihat langsung ritual Asyura, agar mereka bisa langsung tahu dan memahami esensi dari tradisi ini. “Beda kan kalau kita ikut langsung, daripada hanya mendengar-dengar,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Ketua DPW Ahlul Bait Indonesia (ABI) Sultra, Ir Tachrir mengatakan setiap tahun peringatan Asyura yang digelar komunitas Syiah memang selalu mendapat penentangan dari ormas-ormas tertentu. Itu terjadi karena adanya perbedaan pemahaman antara Syiah dan golongan tersebut dalam beberapa hal, termasuk ritual Asyura.
Ketua Formasi Sultra, Muhammad Ridwan Zainal juga menambahkan bahwa pemerintah sebaiknya memfasilitasi dialog antarmazhab untuk mendorong toleransi antarsesama. Yang jelas, kata Ridwan, antara Syiah dan Sunni, persamaannya masih jauh lebih banyak dibandingkan perbedaannya.
Sementara di luar hotel, pihak MUI Sultra dan Muhammadiyah juga ikut memberikan penjelasan. Mereka mengatakan, Syiah itu ada yang sesat, dan ada juga yang tidak. IJABI dan ABI, yang merupakan Ormas penggagas Asyura di Kota Kendari, tidak termasuk dalam golongan yang disesatkan. Mereka adalah pengikut Syiah Imamiyah yang diakui sebagai salah satu mazhab resmi dalam Islam.
Juga disebutkan, bahwa ritual Ahlulbait sebenarnya sangat kental dengan tradisi orang Sultra sendiri. Tiang keraton Buton yang berjumlah 12, sebenarnya merujuk pada keyakinan Syiah Imamiyah yang memiliki 12 orang Imam atau pemimpin umat.
Berdasarkan pantauan jurnalis Berita Kota Kendari, pengamanan itu dihadiri Komandan Kodim (Dandim), Letnan Kolonel (Letkol) Kafleri Eko Hermawan serta Kapolres Kendari, AKBP Sigit Hariadi.
Dari penelusuran di internet, tradisi Asyura memang menjadi salah satu ritual besar dalam tradisi Muslim Syiah. Populasi jumlah Muslim Syiah di seluruh dunia diperkirakan mencapai 150 juta sampai 200 juta orang, termasuk 2,5 juta orang di Indonesia. Setiap tahunnya, diperkirakan 20 juta muslim Syiah dari seluruh dunia melakukan ziarah ke makam Imam Husain yang terletak di Karbala, Irak.
Dalam Risalah Amman yang dihadiri ratusan ulama dan para pemimpin negara, disepakati bahwa Syiah Imamiyah dan Syiah Zaidiyah merupakan bagian dari keanekaragaman mazhab dalam Islam. Dari total pemeluk Syiah, kebanyakan merupakan Syiah Imamiyah dan sisanya adalah Syiah Zaidiyah, yang ajarannya lebih mirip dengan Sunni.
Menurut Prof Dr KH Quraish Shihab, perbedaan mendasar Sunni dan Syiah hanya terletak pada imamah atau kepemimpinan. Syiah hanya mengakui kepemimpinan Ali bin Abi Thalib sepeninggal Rasulullah Saw, dan dilanjutkan oleh sebelas keturunannya, termasuk Imam Husain. Karena itu, mereka disebut Syiah Ali atau pengikut Imam Ali. 
Mainsource : http://id.abna24.com/service/indonesia/archive/2016/10/16/785963/story.html

Inilah Thoriqoh Alawiyin dan Nasehat Habib Abu Bakar al-Adni Yaman

Habib Abu Bakar Adni Aden Yaman
SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Setiap kali Habib Abu Bakar al-Adni bin Ali al-Masyhur berkunjung ke Indonesia, beliau seolah menyirami dan menghilangkan dahaga batin kita semua. Di tengah kondisi keislaman yang carut-marut, lalu-lalang fitnah dan tuduhan serta cap sesat, kebencian pada sesama saudara Muslim, dan berbagai kemunduran keberislaman itu, beliau hadir di tengah-tengah kita mengingatkan tentang pesan-pesan utama Islam sebagai agama rahmat dan cinta. Salah satunya dalam kunjungan kedua beliau ke Indonesia pada awal 2016 ini. (Baca: Peran Dakwah Damai Habaib Di Nusantara)
Berikut ini petikan nasihat beliau yang sungguh meneduhkan:
Thoriqoh kami adalah thoriqoh Sayyidina Ali bin Abu Thalib ra., yaitu thoriqoh yang di saat berkuasa tidak menjajah dan tidak merasa berkuasa.
Thoriqoh kami adalah thoriqoh Sayyidina Hasan ra., yaitu thoriqoh yang mengalah untuk kebaikan umat Islam.
Thoriqoh kami adalah thoriqoh Sayyidina Husain ra., yaitu thoriqoh yang berani melawan kemungkaran hinggga tetes darah penghabisan.
Thoriqoh kami adalah thoriqoh Sayyidina Ali Zainal Abidin ra., yaitu thoriqoh yang pemaaf dan tak pendendam kepada orang yang telah membunuh keluarganya di depan mata beliau sendiri.
Thoriqoh ‘Alawiyah yang dipegang, dijaga, dilestarikan, dan diwariskan turun temurun oleh para Saadah ‘Alawi (Habaib) adalah thoriqoh yang bersambung pada Nabi Muhammad SAW melalui jalur Ahlul Bait (Keluarga Nabi). Thoriqoh ini bukan hanya bersambung pada Nabi melalui Keluarga Nabi melalui jalur sanad, tapi juga nasab. Thoriqoh ini adalah jalan akhlak untuk mencapai keridhoan Allah, Rasul dan Keluarganya. Jalan itu hanya diisi oleh cinta. (Baca: Menjawab Kritikan Ust Felix Siauw “Wahabi-Salafy” Tentang Dakwah Para Wali dan Habaib)
Habib Abu Bakar dalam perkataannya itu sedikit merinci thoriqoh itu dengan karakteristiknya yang diambil dari karakteristik Keluarga Nabi. Dimulai dari Sayyidina Ali ra., meneladani karakteristik beliau, thoriqoh ini tak pernah menganggap kekuasaan milik manusia, siapapun mereka. Melainkan milik Allah. Karena itu, ketika kekuasaan kita pegang, maka kekuasaan itu harus digunakan untuk menebar cinta-kasih pada manusia yang berada dalam kekuasaan kita, sebagaimana Allah yang menebar rahmat-Nya meliputi segala sesuatu dan menegakkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, bukan hanya lil Muslimin. Kekuasaan itu ‘pun dipegang dan dijalankan dengan prinsip dasar kekuasaan-Nya, yakni keadilan. Berlaku adil bahkan kepada orang yang menentang kekuasaan kita dengan cinta-kasih, bukan menindas mereka. Karena penindasan takkan pernah bisa menjadi jalan keluar. Mereka yang menentang justru dirangkul dengan lembut agar juga masuk dalam thoriqoh ini.
Habib Abu Bakar kemudian melanjutkan dengan karakteristik Sayyidina Hasan ra. sebagai ciri selanjutnya dari thoriqoh­-nya, yakni meletakkan kepentingan (maslahat) umat Islam di atas kepentingan pribadi atau golongan kita. Jangan sampai hanya karena egoisme pribadi atau golongan kita, ukhuwah umat Islam terkoyak dan tergadaikan.
Habib Abu Bakar kemudian melanjutkan dengan karakteristik Sayyidina Husain ra. sebagai ciri selanjutnya dari thoriqoh­-nya, yakni thoriqoh yang pantang hina: baik diri maupun agama. Siap berdiri di barisan terdepan demi harga diri Islam. Dan harga diri Islam paling utama adalah maslahat dan ukhuwah umat Islam, sebagaimana menjadi karakteristik Sayyidina Hasan ra.. Adapun mengacu pada karakteristik Sayyidina Ali ra. dan hadis Qudsi, di sini kita tak pernah takut sedikit ‘pun pada kekuasaan, selama kekuasaan itu bukan kekuasaan Allah, karena hanya kekuasaan Allah ‘lah yang sejati dan abadi. Tak peduli walau diri kita yang harus ditumbalkan, sebagaimana Sayyidina Husain ra. yang rela syahid demi tegaknya agama Allah dan tumbangnya rezim penindas. Karena itu, kita harus selalu mengingat perjuangan Sayyidina Husain ra..
Terakhir, Habib Abu Bakar melanjutkan dengan karakteristik Sayyidina Ali Zainal Abidin ra. sebagai ciri selanjutnya dari thoriqoh­-nya, yakni kebesaran hati untuk selalu memaafkan dan tak pendendam bagi siapa saja yang telah mengoyak agama Allah atau menyakiti diri kita namun telah bertobat dan memohon maaf.
Itulah pelajaran dari nasihat Habib Abu Bakar dalam kunjungannya ke Indonesia. Umat Islam Indonesia benar-benar butuh akan nasihat itu untuk kita terapkan bersama agar ukhuwah dan cinta-kasih bersemai di tengah-tengah umat Islam.
Akhirnya, kita harus selalu berdoa agar sosok dan pikiran berbasis cinta-kasih seperti ini selalu ada di tengah-tengah kita dan merasuk ke hati serta pikiran sebagai landasan dalam keberislaman kita. Sehingga Islam menjadi agama perdamaian dan penyemai ketenangan. (SFA)

Wawancara Media Indonesia dgn KH Mustofa Bisri:

Berlebihan itu Zalim

Karena berlebih-lebihan itu akibatnya orang tidak bisa berpikir adil, tidak bisa istiqomah, tidak bisa objektif. Jadi, kalau selama kita masih bersikap berlebih-lebihan dalam segala aspek kehidupan kita, sangat sulit kita untuk berpikir jernih, tidak bisa.



Menurut Kantor Berita ABNA, wartawan Media Indonesia, Furqon Ulya Himawan, mewawancarai kiai karismatik KH. Ahmad Mustofa Bisri yang lebih sering disapa Gus Mus, Jumat (14/10). Berikut ini petikan wawancaranya: 

Kasus intoleransi kerap berlangsung. Apa yang salah?

Menurut saya, itu akibat dari masa lalu yang tidak kunjung direformasi. Reformasi itu kan islah, ndandani kalau dalam bahasa Jawa. Ndandani atau memperbaiki itu harusnya dicari masalah-masalah mana yang rusak, yang diperbaiki itu mana, akar masalahnya apa, harus diteliti dulu baru direformasi.

Namun, sekarang yang terjadi, hiruk-pikuk reformasi itu ternyata melahirkan orang-orang yang seharusnya direformasi justru malah berteriak paling reformis. Jadi sebetulnya kan masalah itu terjadi pada saat dulu, yang akan kita reformasi.

Contohnya, Gus?

Dulu ada kecenderungan zaman Orde Baru untuk menyeragamkan semua. Bukan hanya pakaian seragam, menanam padi, sampai-sampai mengecat pagar rumah sendiri juga harus seragam. Bahkan masjid pun diseragamkan semua, dengan alasan harmonis.  Akibatnya masyarakat tidak bisa berbeda karena terlalu lama diseragamkan, akhirnya masyarakat kita kaget-kaget kalau ada perbedaan.

Dampaknya terhadap keberagaman dan kebinekaan?

Pertama, masyarakat kita susah menerima perbedaan. Beda sedikit marah, beda sedikit marah. Itu akibat menyeragamkan semua hal dan itu melawan fitrah. Padahal, Tuhan menciptakan alam semesta termasuk kita semua itu dalam kondisi berbeda-beda, jadi tidak akan bisa kalau memang mau disatukan atau diseragamkan.

Kedua, seperti burung yang lama dikurung dalam sangkar, ketika sangkar dibuka, dia malah kebingungan, nabrak sana-sini karena sudah lama tidak merasakan kebebasan. Ketika keran kebebasan dibuka, malah bingung. Padahal, dulu itu teriak saja susah, selalu bunyinya satu, setuju. DPR itu dulu kalau teriak ya setuju, apa saja pokoknya setuju. Sampai-sampai ada ledekan: ada kucing masuk parlemen, ngeong, langsung serempak setuju.

Setelah sekian lamanya hanya bisa bilang setuju, sampai saya bikin sajak 'Negeri Ya, Ya'. Terus sekarang, DPR isinya interupsi semua, ngomong semua, seperti burung yang baru dikeluarkan. Terus yang dulunya tiarap-tiarap, sekarang muncul semua.

Ini gara-gara berbagai macam permasalahan islah yang masih belum dilakukan. Jadi banyak persoalan ini yang sumbernya dari reformasi yang tidak sungguh-sungguh.

Sekarang banyak yang bertindak intoleran, menganggap diri paling benar. Ada pula yang mengatasnamakan Islam. Menurut Gus Mus?

Saya selalu mengatakan, harus terus belajar dan jangan berhenti belajar. Orang kalau mau terus belajar, nanti akan mengerti dan memahami apa-apa yang sebelumnya belum dimengerti dan dipahami. Namun, ini payahnya, orang berhenti belajar karena dia merasa sudah mengerti dan memahami. Padahal, sama sekali belum mengerti apa-apa, malah kadang-kadang sudah berfatwa ke sana kemari.

Caranya belajar?

Ya, ini jadi harus terus belajar. Belajarlah supaya mengerti yang menyeluruh, kalau mau bicara Islam, ya mengaji, jangan mengambil Islam dari buku-buku terjemahan, Alquran terjemahan, hadis terjemahan. Ini tidak mungkin. Terus kadang orang bilang kembali ke Alquran dan Alhadis, tapi orang salah memaknai maksud itu.

Maksudnya?

Orang mengatakan kembali ke Alquran dan sunah Rasul itu kok malah maknanya kembali ke Alquran dan hadis terjemahan Depag, itu bagaimana, itu kacau! Orang bisa membaca terjemahan Depag asal dia bisa baca Latin, dan dikiranya kebenaran yang dibaca dan dipelajarinya itu kebenaran mutlak.

Ia tidak tahu bahwa bahasa Arab Alquran tidak sama. Jadi teruslah belajar bahasa Arab, harus belajar ilmu Balagoh, ilmu Badia dan Bayan karena Alquran itu mengandung itu semua, sastranya tinggi sekali. Jadi, kalau orang hanya membaca terjemahan tidak tahu sastra ya tidak mungkin, tidak bisa, harus mengaji.

Jadi silakan mengatakan kembali ke Alquran dan hadis itu dijadikan semboyan, tapi ya kembali itu belajar dan terus belajar, harus mengaji. Tidak diartikan bacalah terjemahan Alquran, atau 40 hadis di buku-buku mutiara hadis, itu ngacau!

Menjelang pilkada, banyak konflik yang mengancam keberagaman dan berpotensi memecah kebinekaan. MUI sampai mengeluarkan fatwa. Menurut Gus Mus?

Kita sekarang lupa, bahwa yang menentukan orang menjadi kaya, menjadi miskin, menang dan kalah, memiliki kekuasaan atau kehilangan kekuasaan, dan menjadi penguasa atau tidak, menjadi pangkat atau tidak, itu semua Allah Subhanahu wata'ala. Disangka kalau kita ngotot, berarti pasti jadi?!

Bagaimana agar tidak terjadi perpecahan di pilkada, Gus?

Saya selalu mengatakan janganlah berlebih-lebihan dalam segala hal. Itu di Islam tidak boleh! Wala tusrifu, (jangan berlebihan), atau Ghuluw, banyak dalam ayat-ayat Alquran dan Sabda Rasullullah Sallahhu Alaihi Wassalam, menyatakan tidak boleh, alguluw fiddin (berlebihan dalam agama), berlebih-lebihan itu tidak boleh.

Karena berlebih-lebihan itu akibatnya orang tidak bisa berpikir adil, tidak bisa istiqomah, tidak bisa objektif. Jadi, kalau selama kita masih bersikap berlebih-lebihan dalam segala aspek kehidupan kita, sangat sulit kita untuk berpikir jernih, tidak bisa.

Sebab adil itu jejek (Gus Mus mengisyaratkan tangannya berdiri tegak, lurus), sedangkan berlebih-lebihan itu begini (Gus Mus mengisyaratkan tangannya berdiri condong ke kanan), atau begini (Gus Mus mengisyaratkan tangannya berdiri condong ke kiri), tidak bisa. Karena apa pun nanti akan dijadikan alasan untuk berkelahi. Jadi, kalau kita misalnya senang berlebih-lebihan, benci berlebih-lebihan, senang dunia berlebihan, senang kekuasaan berlebihan, senang pangkat berlebihan, senang kedudukan berlebihan, apa pun itu yang berlebihan, itu semua sumber malapetaka.

Suporter Republik Islam Iran Peringati Asyura, Kala Timnasnya Jamu Korsel

Ratusan ribu suporter Iran memadati stadion dengan berpakaian serba hitam sembari membawa spanduk bertuliskan nama Imam Husain dan Who is Hussain. Hal tersebut terjadi pasalnya pertandingan berlangsung bertepatan dengan malam kesepuluh Muharram yang merupakan malam duka bagi rakyat Iran yang mayoritas muslim Syiah.


Menurut Kantor Berita ABNA, terjadi fenomena unik dalam dunia sepak bola pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 antara timnas Iran menghadapi timnas Korea Selatan yang dihelat di Azadi Stadium, Tehran selasa (11/10). Ratusan ribu suporter Iran memadati stadion dengan berpakaian serba hitam sembari membawa spanduk bertuliskan nama Imam Husain dan Who is Hussain. Tidak hanya itu, ofisial Iran termasuk pelatih juga mengenakan kemeja hitam dalam pertandingan tersebut.  Hal tersebut terjadi pasalnya pertandingan berlangsung bertepatan dengan malam kesepuluh Muharram yang merupakan malam duka bagi rakyat Iran yang mayoritas muslim Syiah.
Malam sepuluh Muharram adalah malam terakhir Imam Husain As yang gugur ke esokan harinya beserta keluarga dan sejumlah sahabatnya di padang Karbala 10 Muharram tahun 61 H. Peristiwa terkenal dalam sejarah Islam dengan sebutan Tragedi Asyura. Tiap tahun rakyat Iran memperingatinya dan menjadikan hari berkabung nasional.
Fenomena lebih unik lagi terjadi saat jeda. Ratusan ribu suporter Iran berdiri serentak sesaat seusai wasit meniup peluit menandakan babak I berakhir sambil meneriakkan yel-yel Labbaika yaa Husain dan menyanyikan syair-syair duka sembari menepuk-nepuk dada. Diantara mereka terbentang spanduk-spanduk bertuliskan nama-nama pahlawan Karbala.
Fenomena unik tersebut tentu menjadi pengalaman baru bagi Timnas dan ofisial Korsel, pertama kali terjadi di dunia sepakbola ribuan suporter membanjiri stadion bukan untuk mengelu-elukan tim yang dibelanya melainkan menggemakan nama Imam Husain ke seluruh dunia.
Pada pertandingan tersebut, Iran mampu meraih poin penuh melalui gol semata wayang dari Sardar Azmoun yang terjadi di babak pertama pada menit ke-24.
Sementara itu, pada pertandingan lain yang berlangsung di Shahid Dastgerdi Stadium, Irak berhasil menggunduli tamunya Thailand, dengan skor telak 4-0.