Tim www.edisimuharram.blogspot.com-Banjarmasin- Berbicara bulan Muharram, seluruh kaum muslimin didunia "Pasti" akan berbicara tentang Tahun Baru Islam yang "Tanda Petik" mesti dimeriahkan dan dirayakan, tetapi tahukah kita akan sejarah tentang Bulan Muharram yang disebut sebagai Tahun Baru Islam tersebut. Ada baiknya kita bersama menyimak Tanya-Jawab seorang Ustadz dan Jama'ahnya dibawah ini :
"Bicara Bulan Muharram"
Seorang ustadz dalam satu majelis ta'lim ditanya seorang Pemuda :
Pemuda : "Ustadz...mohon ceritakan tentang bulan Muharram kepada kami...?"
Ustadz : "Baik sebelum saya menjelaskan tentang Muharram, apa yang kalian ketahui tentangnya...?"
Pemuda : "Tanggal 1 Muharram adalah Tahun Baru Islam...maka untuk itu kami merayakannya, ...emmm...hanya itu ustadz..!!!"
Ustadz : "Hanya itu..??? Apakah saat Rasulullah Hijrah... Islam tidak mengenal Kalender..???"
Pemuda : "Entahlah ustadz...Mohon pencerahannya...!!"
Ustadz : "Kalender dikenal manusia, sama tuanya dengan umurnya... jadi saat Rasulullah Saw Hijrah, Kalender sudah ada... nama Bulan, Hari dan Tanggal sudah ada.... Rasulullah memilih Hijrah tanggal 1 Muharram... benarkan !!!"
Pemuda : "Benar Ustadz..."
Ustadz : "Kalian merayakannya dengan gembira, karena tanggal 1 Muharram itu adalah tanggal ditetapkannya kalender Hijriah... benar nggak..?!"
Pemuda : "Benar Ustadz..!!!"
Ustadz : "Pertanyaannya sekarang... saat Hijrah (Berpindah Tempat Tinggal) tersebut Rasulullah Saw dan Kaum Muslimin dalam keadaan GEMBIRA atau BERSEDIH..??!!??!!"
Jika dalam keadaan GEMBIRA, mengapa Rasulullah Hijrah dimalam hari dengan sembunyi-sembunyi..??!! Bukankah saat itu Rumah Nabi Muhammad Rasulullah sedang dikepung para Kepala Suku Kafirin Quraisy dengan bermaksud untuk membunuh Nabi dan Sayidina 'Ali bin Abi Thalib menantu beliau, suami Sayidah Fatimah binti Muhammad Rasulullah disuruh Nabi Muhammad untuk menggantikan beliau di tempat tidur Nabi agar mereka yang berniat membunuh Nabi Muhammad "Terkecoh"..???
Pemuda : "Benar Ustadz, demikian Riwayat yang kami ketahui..!!!"
Ustadz : "Jadi Rasulullah Saw dan kaum muslimin Hijrah dengan perasaan Sedih karena "Terusir" dari kampung halamannya kan..??? Lalu mengapa kalian merayakannya dengan "Bergembira"..??!!??!!"
Pemuda : "Kami hanya Faham itu Tahun Baru Hijriah, makanya kami fikir kami "Pantas" merayakannya...!!"
Ustadz : "Kalian mengerti arti "Haram"..??!!"
Pemuda : "Ya Ustadz.. artinya... Terlarang atau Suci..."
Ustadz : "Pahami ini ya... Mekkah kota Haram, Madinah kota Haram, bulan Rajab, Dzulkaedah, Dzulhijjah dan Muharram adalah merupakan "Bulan Haram".... HARAM dari apa..??? Haram dari perbuatan maksiat, dibulan-bulan tersebut bahkan kebiasaan Kafirin Quraisy sebelum Islam "Menghentikan Perang" (mengadakan Gencatan Senjata)".
Pemuda : "Betul ustadz, yang demikian yang kami ketahui Ustadz..!!"
Ustadz : "Lalu kembali lagi.... Mengapa kalian mengadakan "Pesta-Pora", Pesta Pernikahan Putra-Putri kalian dibulan yang Allah HARAM kan dan diperuntukkan untuk bertafakur tentang "Hikmah" di bulan-bulan tersebut...??"
Bukankah ALLAH bersumpah dengan "malam yang Sepuluh"..?? Muharram adalah Bulan Kesedihan... Tanggal 1 Muharram Rasulullah Saw dan Kaum Muslimin TERUSIR dari Kampung Halamannya.... dan TAHUKAH KALIAN.... tanggal 10 Muharram ... Cucu Beliau sang Penghulu Pemuda Surga Sayidina Husain dan keluarganya yang disucikan oleh Allah SWT di "BANTAI" dengan KEJAM...!!!!!
Sekarang beritahu Saya , dengan alasan apa, Kalian Bergembira di bulan KESEDIHAN itu...???!!!???"
Pemuda dan seluruh Jama'ah : "Hiks..hiks... larut menangis dalam duka ...."
#Mutiara Ahlulbait edisi Bulan Muharram : Imam Ja'far Shodiq as berkata :
"Jika Tangismu Tak Kunjung Tiba, Maka berpura-puralah menangis..!!! (Berlakulah seperti orang yang sedang Menangis atau berusahalah untuk mewujudkan suasana yang dapat membuatmu Meneteskan Air Mata). Dan apabila kemudian Engkau berhasil Meneteskannya, walau Hanya sebesar Kepala Lalat, Maka (Ku ucapkan) Selamat...!!!"@mutiaraahlulbait
Semoga Allah SWT memberikan Taufik dan Hidayah-Nya kepada Kita semua...AMIN ya RABBAL 'ALLAMIN.....
Duka Muharram ala Pangeran Diponegoro
Inilah Doa Tawassul kepada Ahlul Bait Nabi Saw yang diamalkan oleh Pangeran Diponegoro saat akan berperang Mengusir Penjajah Belanda dari Tanah Jawa :"Den Siro Poro Satrio Nagari Mataram...
Nagarining Jawi dodot iro...
Sumimpin Watak Wantune Sayyidina Ngali....
Sumimpin Kawicaksanane Sayyidina Kasan....
Sumimpin Kekendelane Sayyidina Kusen....
Den seksenono... Hing wanci Suro....
Londo bakal den siro sirnaake soko Tanah Jawa...
Krana sinurung Pangribawaning Poro Satrianing Mukhamad yoiku Ngali, Kasan, Kusen......
Siro podho Lumaksanana yudho kairing Takbir lan Sholawat.....
Yen siro gugur ing Bantala... Cinondro guguring sakabate Sayyidina Kusen ing Nainawa...."
Terjemahannya :
"Wahai Kalian para Ksatria Negara Mataram...
Negara di Jawa tempat yang aku pegang dengan teguh...
Bersama Sifat Kepemimpinan Sayyidina 'Ali yang Tegas....
Bersama Sifat Kepemimpinan Sayyidina Hasan yang Bijaksana....
Bersama Sifat Kepemimpinan Sayyidina Husein yang Pemberani....
Wahai Semua Saksikanlah.... Tunggulah Nanti di Bulan Asyuro (Muharram)..
Belanda akan kita lenyapkan dari Tanah Jawa...
Karena dengan Kewibawaan Putra-Putra Muhammad Saw yaitu 'Ali, Hasan dan Husein....
Kita semua akan berperang dengan diiringi Kalimat Takbir dan Sholawat...
Jika Kita Gugur di Medan Perang... itu adalah Tanda seperti Gugurnya Sahabat Sayyidina Husein di Padang Nainawa (Karbala)"
(Tim www.edisimuharram.blogspot.com/Bjm/05102016/12:41Wita)














Tidak ada komentar:
Posting Komentar