Menurut Kantor Berita ABNA,
menyikapi aksi demontrasi sejumlah warga Bangil menolak Syiah pada 1
Muharram 1438 H, ahad (2/10) Dewan Pimpinan Pusat Ahlul Bait Indonesia
(DPP ABI) mengeluarkan pernyataan mengecam aksi tersebut. Dalam
pernyataan sikap Ormas Islam yang diketuai KH. Hassan Alaydrus
menyebutkan aksi demo sekelompok orang tersebut berpotensi merusak
kebhinekaan dan keragaman yang telah dimiliki bangsa Indonesia sejak
dulu.
Berikut teks lengkap pernyataan sikap DPP ABI terkait demo 1 Muharram di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Bismillahirrahmanirrahim
Bangsa Indonesia yang dikenal ramah dan toleran terus diuji oleh ulah segelintir orang yang mengatasnamakan Islam.
Bangsa Indonesia yang dikenal ramah dan toleran terus diuji oleh ulah segelintir orang yang mengatasnamakan Islam.
Dalam rangka memperingati
Tahun Baru Hijriah 1 Muharam 1438, sekelompok orang melakukan demo di
Kota Bangil. Demo yang selayaknya menjadi perayaan kegembiraan dan
persaudaraan itu berubah menjadi ajang caci-maki dan ujaran kebencian.
Itupun dipimpin oleh aktivis Islam yang seharusnya menjadi teladan dalam
kehidupan kebhinekaan dan keragaman. Dan lebih parah lagi dalam demo
itu terlihat ada bendera organisasi teroris yang dikibarkan padahal
organisasi itu jelas-jelas telah merusak nama dan kehormatan Islam
dengan berbagai aksi keji yang dilakukannya seperti telah ditegaskan
oleh banyak ulama dan organisasi Islam di dunia.
Atas dasar semua itu, Ormas Islam Ahlulbait Indonesia menyatakan hal-hal sebagai berikut:
1. Mengajak seluruh elemen umat untuk mempererat persaudaraan dan persatuan yang menjadi sebab utama kesejahteraan dan kemajuan.
2. Mengajak semua pihak agar
tidak membiarkan aksi-aksi intoleran ini terus berlanjut karena
ancamannya adalah keutuhan bangsa dan negara.
3. Mendesak pemerintah
bersikap lebih tegas terhadap elemen-eleman takfiri, ekstremis dan
intoleran yang mengatasnamakan Islam karena hal demikian berarti
menyuburkan potensi konflik horizontal yang dapat meluas dan tak
terkendali.
4. Mendesak Polri serius menangani kasus-kasus hate speech (ujaran kebencian) yang jika tidak, akan menjadi norma yang membahayakan keseluruhan masyarakat.
Demikian pernyataan sikap Ormas Islam Ahlulbait Indonesia terkait kasus Demo 1 Muharam di Bangil.
Ketua Umum DPP Ahlulbait Indonesia
KH Hassan Alaydrus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar