

Dunia Kutuk Kebrutalan Saudi dan Sekutunya di Yaman
Moskow, LiputanIslam.com
– Kemlu Rusia, Minggu (9/10/2016), merilis statemen berisikan kutukan
terhadap serangan brutal Arab Saudi dan sekutunya yang menewaskan
ratusan pelayat di Sanaa, ibu kota Yaman, Sabtu (8/10/2016).Kemlu Rusia menyampaikan ucapan belangsungkawa kepada keluarga koban, dan menyerukan supaya tragedi pembantaian massal ini diselidiki secara obyektif.
“Serangan seperti ini, yang menjatuhkan korban sipil tak berdosa sebanyak itu membangkitkan keprihatinan dan kecaman… Harus ada penyelidikan secermat dan seobyektif mungkin… dan para pelakunya harus diberi hukuman setimpal dan keras,” ungkap Kemlu Rusia.
Kemlu Rusia menambahkan bahwa pihaknya “berkeyakinan bahwa terulangnya tragedi seperti ini tak dapat dicegah kecuali melalui penghentian kekerasan dan dimulainya lagi proses politik secara menyeluruh oleh orang-orang Yaman sendiri tanpa campurtangan dari luar demi menentukan masa depan mereka sesuai ketetapan tentang ini yang sudah dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB dan konferensi dialog nasional di Yaman.”
Sebelumnya, juru bicara dewan keamanan nasional Gedung Putih Ned Price menyatakan insiden ini telah mendorong Washington untuk mulai meninjau ulang dukungan AS yang sejauh ini sudah berkurang kepada pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.
“Berkenaan dengan peristiwa ini dan berbagai peristiwa lain yang terjadi belakangan ini, kami segera mulai meninjau ulang dukungan kami, yang sudah berkurang secara signifikan, kepada koalisi pimpinan Saudi,” katanya.
Pejabat Kantor Kemlu Inggris di Timur Tengah Tobias Ellwood kepada Duta Besar Arab Saudi untuk Inggris di London, Mohammad bin Nawaf bin Abdulaziz, menyatakan prihatian atas serangan udara Saudi dan sekutunya tersebut.
“Foto-foto dari lokasi kejadian menyakitkan,”katanya, sembari menyerukan penyelidikan atas kejadian ini.
Dia menambahkan, “Tidak akan ada solusi militer untuk konflik ini. Kami mendesak semua pihak untuk kembali bahwa pembicaraan politik dan menerapkan penghentian permusuhan. ”
Sekjen PBB Ban Ki-moon dalam statemennya menyatakan “laporan awal” menduga kuat bahwa serangan itu berasal dari pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi yang membantah telah melakukan serangan tersebut.
“Serangan disengaja terhadap warga sipil tak dapat diterima sakali,” kecam Ban.
Dia menambahkan bahwa kasus ini harus diselidiki secara independen dan secepatnya, dan orang-orang yang bertanggungjawab atas kejadian harus diproses di pengadilan. (AFP/RT/raialyoum) / http://liputanislam.com/internasional/timur-tengah/dunia-kutuk-kebrutalan-saudi-dan-sekutunya-di-yaman/
Tim www.edisimuharram.blogspot.com :
Suka tidak Suka... Islam sekarang terbagi 3, yaitu Islam ala wahabi salafi takfiri kerajaan arab saudi pendukung teroris isis sang penebar kebencian sesama ummat manusia dan ummat islam (BENCI MAULID, HAUL,TAWASSUL dan ZIARAH KUBUR), Islam Sunni yang diwakili Islam Sunni Syafe'i ala Indonesia yang dianut mayoritas penduduk dan pemerintah Republik Indonesia (CINTA MAULID, HAUL,TAWASSUL dan ZIARAH KUBUR), kemudian Islam Syi'ah yang diwakili Islam Syi'ah 12 Imam / Mazhab Jakfari yang dianut mayoritas penduduk dan pemerintah Republik Islam Iran (CINTA MAULID, HAUL,TAWASSUL dan ZIARAH KUBUR)..... Jadi PILIH yang MANA ???? pilih pendukung teroris atau pendukung perdamaian seperti Republik Indonesia dan Republik Islam Iran ...?????!!!!
Saudi Tiru Pola ISIS Dalam Tragedi Sanaa
Sanaa, LiputanIslam.com – Tragedi serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di Sanaa, ibu kota Yaman, Sabtu (8/10/2016) mirip dengan pola serangan teror kelompok teroris ISIS, di Irak dan negara-negara lain, yaitu melancarkan dua tahap serangan di mana tahap keduanya dilakukan setelah banyak orang berkerumun untuk menyelamatkan para korban serangan pertama, sehingga jumlah korban menjadi berlipat ganda.Rima Kamal dari Komite Internasional Palang Merah yang kebetulan juga merupakan saksi mata bercerita kepada RT via telefon,”Kami mendengar ledakan pertama ketika kami keluar. Saya melihat orang-orang berlarian, banyak di antara mereka berdarah-darah, dan ada yang kehilangan anggota tubuhnya. Semuanya berlumur darah. Puluhan atau ratusan terluka. Orang bergegas untuk membantu membawa korban luka ke rumah sakit, dan kemudian terjadi serangan susulan.”
Dia menambahkan, “Orang yang menyerang warga yang sedang menolong korban luka jelas tak memiliki hati nurani maupun kemanusiaan. Di situ ada banyak orang. Itu adalah bundaran terbesar di Sanaa, dan penuh dengan warga.”
Keterangan ini sama dengan keterangan saksi lain bernama Mujahid. Dia mengatakan, “Sebuah jet tempur telah melesatkan rudalnya terhadap para pelayat, dan beberapa menit kemudian datang jet tempur kedua membom lokasi yang sama.”
Serangan ini memperpanjang daftar pembantaian Saudi dan sekutunya terhadap warga sipil Yaman, dan serangan kali ini disebut-sebut sebagai paling fatal dan mematikan selama mereka melancarkan serangan ke Yaman bersandi “Badai Mematikan” sejak Maret 2015 sampai sekarang.
Sebelum itu pasukan koalisi pimpinan Saudi memang sudah berulangkali membantai warga sipil melalui serangan udara.
Salah satu serangan paling mematikan terjadi ketika pesawat koalisi itu menyerang sebuah pasar yang ramai pengunjung di desa Mastaba di Yaman utara pada April lalu. Lembaga Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) menyebutkan korban tewas serangan udara itu mencapai 119, 22 orang di antaranya anak kecil.
Pada Agustus lalu, sedikitnya 11 orang tewas dan 19 terluka dalam serangan udara yang melanda sebuah rumah sakit di barat laut provinsi Hajjah, sebagai mana dilaporkan lembaga Dokter Lintas Batas (Doctors Without Borders /MSF).
MSF juga mencatat bahwa pada awal bulan ini serangan udara Saudi dan sekutunya di barat laut Yaman membunuh sedikitnya 10 anak kecil dan melukai hampir 30 lainnya. Fatalnya, serangan itu menyasar sebuah sekolah.
Serangan tak berprikemanusiaan itu terjadi berulang-ulang tanpa ada penyesalan rezim Saudi dan sekutunya, dan ini terjadi tentu karena mereka merasa mendapat dukungan dari Barat, terutama Amerika Serikat. Sebab, kelompok Ansarullah (Houthi) yang dimusuhi oleh Saudi dan sekutunya tercatat sebagai milisi yang didukung oleh Iran dan Hizbullah Lebanon. (mm/RT/raialyoum) / http://liputanislam.com/internasional/timur-tengah/saudi-tiru-pola-isis-dalam-tragedi-sana/
Republik Islam Iran Serukan Pembukaan Blokade Udara Yaman
Teheran, LiputanIslam.com – Pemerintah Iran menyerukan kepada pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi agar menyudahi blokade udaranya terhadap Yaman demi membuka jalur udara untuk pengiriman bantuan dan pemberian pertolongan secepatnya kepada para korban luka serangan udara Saudi dan sekutunya terhadap para pelayat di Sanaa, ibu kota Yaman.“Republik Islam Iran siap mengirim bantuan kemanusiaan, termasuk tim medis, bahan makanan dan obat-obatan kepada para korban luka, di samping evakuasi mereka ke rumah sakit Iran untuk mendapatkan perawatan,” ujar juru bicara Kemlu Iran Behran Ghasemi, Minggu (9/10/2016).
Seruan ini disampaikan Iran menyusul serangan brutal Arab Saudi dan sekutunya yang telah menggugurkan ratusan pelayat di Sanaa, ibu kota Yaman, sehari sebelumnya. (Baca: Korban Meninggal Serangan Saudi cs di Sanaa Jadi 140 Orang, PBB dan AS Angkat Bicara)
Bersamaan dengan ini, ketua parlemen Iran Ali Larijani, dalam pesannya kepada ketua Majelis Perwakilan Yaman Yahya Ali al-Raei, menyatakan Iran siap merawat para korban luka di rumah sakit Iran melalui koordinasi dengan PBB, Komite Internasional Palang Merah, dan Bulan Sabit Merah./ http://liputanislam.com/internasional/timur-tengah/iran-serukan-pembukaan-blokade-udara-yaman/
Teheran, LiputanIslam.com
– Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran/IRGC)
mengecam keras serangan brutal pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi yang
menewaskan ratusan pelayat di Sanaa, ibu kota Yaman, dan menyebutnya
“hasil konspirasi Amerika Serikat, Zionis dan Saudi.”
“Bangsa Yaman yang resisten dan Muslim di bawah komando gerakan Ansarullah yang tangguh dan berbasis kerakyatan di Yaman pasti akan menghunus pedang pembalasan untuk memberi rezim Saudi dan para penjahat pendukungnya pelajaran yang tak akan terlupakan untuk selamanya. Rezim Saudi telah menjejakkan langkah barunya yang besar menuju kehancuran,” tegas IRGC, Minggu (9/10/2016).
Stetemen ini dikemukakan sehari setelah aksi pembantaian massal yang dilakukan Arab Saudi dan sekutunya terhadap ratusan warga yang sedang mengikuti acara belasungkawa warga Sanaa yang meninggal dunia karena sakit. (Baca: Korban Meninggal Serangan Saudi cs di Sanaa Jadi 140 Orang, PBB dan AS Angkat Bicara)
Menhan Iran Hossein Dehghan menyebut Kerajaan Arab Saudi sebagai penjahat perang yang harus diadili secepatnya.
“Dinasti arogan dan agresor al-Saud melakukan kejahatan yang tak terampunkan dengan melanjutkan agresinya terhadap rakyat tertindas Yaman. Negara-negara dan bangsa-bangsa dunia tidak boleh membiarkan kejahatan dinasti al-Saudi tanpa reaksi, dan siapapun yang diam terhadap kejahatan ini sama dengan ikut terlibat dalam kejahatan ini. Para penguasa Saudi adalah penjahat perang yang harus diadili sesegera mungkin,” tegasnya.
Senada dengan ini, Ketua Dewan Kebijakan Republik Islam Iran Ayatullah Hasyemi Rafsanjani menyebut kekejaman Saudi itu sebagai kelanjutan dari kebencian dan permusuhan para pengikut Yazid bin Muawiyah (pembunuhan cucu Nabi saw, Imam Husain ra) terhadap para pecinta keluarga suci Rasulullah saw. (mm/irna/alalam) / http://liputanislam.com/internasional/timur-tengah/pasukan-elit-iran-pastikan-rakyat-yaman-akan-balas-serangan-brutal-saudi/

Peristiwa itu terjadi di Jalan Khamis, Sanaa Selatan.
Menurut berita setempat, sembilan serangan udara dilancarkan oleh jet tempur Saudi dan menghancurkan bangunan tempat acara itu berlangsung.
Jumlah korban sangat mungkin akan terus meningkat. Selain menewaskan 100 orang, lebih dari 500 orang dilaporkan terluka parah.
Ribuan orang menghadiri pemakaman ayah dari Jalal al-Roweishan, Menteri Dalam Negeri di pemerintah Yaman.
Televisi al-Masirah Yaman mengatakan rumah sakit di ibukota sangat membutuhkan donor darah.
Warga sipil adalah korban utama dari aksi militer Saudi di Yaman.
Pada September tahun lalu, jet Saudi juga membombardir sebuah upacara pernikahan di kota Mokha di provinsi barat daya Taizz, menewaskan lebih dari 130 warga sipil. Para korban sebagian besar perempuan dan anak-anak. [IT/onh/Ass] / http://islamtimes.org/id/doc/news/573941/
“Bangsa Yaman yang resisten dan Muslim di bawah komando gerakan Ansarullah yang tangguh dan berbasis kerakyatan di Yaman pasti akan menghunus pedang pembalasan untuk memberi rezim Saudi dan para penjahat pendukungnya pelajaran yang tak akan terlupakan untuk selamanya. Rezim Saudi telah menjejakkan langkah barunya yang besar menuju kehancuran,” tegas IRGC, Minggu (9/10/2016).
Stetemen ini dikemukakan sehari setelah aksi pembantaian massal yang dilakukan Arab Saudi dan sekutunya terhadap ratusan warga yang sedang mengikuti acara belasungkawa warga Sanaa yang meninggal dunia karena sakit. (Baca: Korban Meninggal Serangan Saudi cs di Sanaa Jadi 140 Orang, PBB dan AS Angkat Bicara)
Menhan Iran Hossein Dehghan menyebut Kerajaan Arab Saudi sebagai penjahat perang yang harus diadili secepatnya.
“Dinasti arogan dan agresor al-Saud melakukan kejahatan yang tak terampunkan dengan melanjutkan agresinya terhadap rakyat tertindas Yaman. Negara-negara dan bangsa-bangsa dunia tidak boleh membiarkan kejahatan dinasti al-Saudi tanpa reaksi, dan siapapun yang diam terhadap kejahatan ini sama dengan ikut terlibat dalam kejahatan ini. Para penguasa Saudi adalah penjahat perang yang harus diadili sesegera mungkin,” tegasnya.
Senada dengan ini, Ketua Dewan Kebijakan Republik Islam Iran Ayatullah Hasyemi Rafsanjani menyebut kekejaman Saudi itu sebagai kelanjutan dari kebencian dan permusuhan para pengikut Yazid bin Muawiyah (pembunuhan cucu Nabi saw, Imam Husain ra) terhadap para pecinta keluarga suci Rasulullah saw. (mm/irna/alalam) / http://liputanislam.com/internasional/timur-tengah/pasukan-elit-iran-pastikan-rakyat-yaman-akan-balas-serangan-brutal-saudi/
Seruan “Maut” Ali Abdullah Saleh Perangi Saudi Hingga ke Jantung Kerajaan
SALAFYNEWS.COM, YAMAN –
Mantan pemimpin Yaman Ali Abdullah Saleh mengutuk serangan keji Arab
Saudi yang telah menargetkan sebuah aula pemakaman yang dihadiri lebih
dari 2000 orang. Setidaknya serangan itu telah menewaskan ratusan warga
sipil menurut sumber lokal, dan mencederai 525 orang lainnya. inilah
seruan “Maut” Ali Abdullah Saleh untuk memerangi Saudi Hingga ke Jantung
Kerajaan. (Baca: Menlu Yaman Kecam Saudi yang Dukung Terorisme dan Bunuh Presiden al-Hamdi)
“Saya memanggil seluruh elemen anak
bangsa untuk bersatu melawan Saudi. Kita harus melawan agresi militer
paling brutal yang dilancarkan oleh Saudi,” katanya, pada Minggu
(9/10).” Kita harus mengumpulkan seluruh kekuatan kita dan melawan Saudi
di medan perang”. (Baca: Agresi Brutal Saudi Hancurkan 96 Desa di Yaman)
Kementerian Pertahanan dan Menteri Dalam
Negeri Yaman harus segera menyiapkan tentara, ujar mantan Presiden
Yaman. “Kita harus bersiap-siap melawan Saudi di perbatasan Saudi, kita
harus berperang melawan mereka hingga ke jantung kerajaan.”
Saleh menyerukan perang setelah Saudi
bersama sekutunya melancarkan serangan di gedung pertemuan di Kota
Sana’a. Di antara warga yang meninggal adalah pekerja medis. (SFA) / http://www.salafynews.com/seruan-maut-ali-abdullah-saleh-perangi-saudi-hingga-ke-jantung-kerajaan.html
Video Detik-detik Serangan Brutal Kerajaan Arab Saudi wahabi salafi takfiri di Aula Pemakaman di Yaman
SALAFYNEWS.COM, SANA’A –
Saluran-saluran berita dunia yang memberitakan Yaman menyatakan bahwa
jumlah korban pembantaian korban serangan udara Saudi-AS yang telah
membom upacara pemakaman di ibukota Yaman, Sana’a, meningkat hingga 140
korban tewas dan 525 korban yang terluka, menurut sumber berita dari
Yaman yanglain bahkan hingga 700 orang lebih yang tewas. Setelah itu
pesawat Saudi tersebut menjatuhkan bom lebih dari sekali ke tempat yang
menjadi konsentrasi warga serta menargetkan para tenaga paramedis dan
warga sipil yang berkumpul untuk membantu warga yang menjadi korban
serangan pertama.
Ratusan orang telah tewas dan terluka
dalam pembantaian terbaru akibat agresi brutal yang ditembakkan
pesawat-pesawat tempur Saudi di siang hari, yang menargetkan aula
pemakaman di daerah Sab’in selatan ibukota Sana’a. (Baca: Saudi Tolak Pembentukan Komisi Penyelidikan Internasional Atas Agresinya di Yaman)
Silahkan klik videonya disini https://youtu.be/oGbjqDP5RJk
Salah seorang anggota dari Komite Rakyat
Yaman mengatakan kepada salah satu stasiun berita, Minggu (09/10),
“serangan pertama diarahkan ke pintu aula, dilanjutkan serangan kedua
yang menyebabkan pembantaian keji dimana ratusan warga jatuh di bawah
reruntuhan”.
Dia menambahkan. “Ini adalah aula
pemakaman dan tidak ada orang-orang bersenjata disini, tidak ada pejuang
dan tidak ada yang membawa senjata, dan orang-orang datang ke sini
untuk melakukan penghormatan, demi Allah gunung berapi akan meledak
menimpa Bani Saud dan tentara-tentara bayarannya”.
Selama berjam-berjam mobil ambulans
terus mengangkut mayat-mayat yang berserakan dan korban-korban yang
terluka ke rumah sakit, sementara itu tim pertahanan sipil berusaha
untuk memadamkan api yang berkobar akibat 4 serangan udara yang
dijatuhkan bersamaan dari pesawat Saudi. (Baca: Puluhan Ribu Rakyat Yaman Demo Kecam Agresi Militer Koalisi Saudi :Video)
Salah satu warga sipil mengatakan,
“Pihak Saudi sudah biasa membom warga sipil bahkan acara pernikahan
sekalipun, dan hal ini bukanlah hal yang baru bagi mereka, akan tetapi
ini adalah tragedi besar dan merupakan insiden menyakitkan. Dan
serangan brutal yang membabi buta ini tidak pantas dilakukan oleh
seorang muslim bahkan oleh seorang Yahudi maupun Kristiani sekalipun”.
Sementara itu, rumah sakit Yaman meminta
bantuan kepada warga Yaman untuk menyumbangkan darah bagi korban
pembantaian yang terluka di tengah meningkatnya jumlah warga yang
meninggal akibat cedera serius dan kurangnya kemampuan rumah sakit untuk
menangani sejumlah besar korban terluka. (Baca: Yaman Bukan Tempat Rekreasi Bagi Para Penjajah Saudi dan Barat : Video)
Sebuah kejahatan yang begitu keji telah
terjadi di Yaman dan peristiwa ini telah menambah serangkaian kejahatan
agresi Saudi yang dilakukan terhadap warga sipil Yaman yang tidak
memiliki kesalahan apapun terhadap Saudi, bahkan hal ini terjadi di
bawah keheningan dan bungkamnya dunia internasional. (SFA) / http://www.salafynews.com/video-detik-detik-serangan-brutal-saudi-di-aula-pemakaman-di-yaman.html
Republik Islam Iran Kutuk Serangan Brutal Kerajaan Arab Saudi wahabi salafi takfiri dan Sekutunya di Yaman
SALAFYNEWS.COM, TEHERAN –
Sekretaris Dewan Keamanan Tertinggi Nasional Iran Laksamana Ali
Syamkhani mengutuk serangan udara Arab Saudi baru-baru ini di Yaman,
yang telah dipersenjatai oleh Amerika Serikat. Ia juga menegaskan bahwa
Amerika adalah sekutu Saudi dalam kejahatan ini dan AS harus ikut
bertanggung jawab atas agresi tersebut. (Baca: Menlu Yaman Kecam Saudi yang Dukung Terorisme dan Bunuh Presiden al-Hamdi)
Sebagaimana yang dikutip dari kantor
berita Iran (IRNA), Laksamana , Syamkhani menyatakan, Minggu (10/10)
bahwa penargetan kapal perang Emirat hanyalah sebuah pembelaan atas
kedaulatan Yaman dan kesatuan wilayahnya serta perlawanan terhadap
agresor. (Baca: Video Pasukan Yaman Hancurkan Kapal Perang Emirat)
Ia juga menambahkan bahwa serangan Saudi
saat upacara pemakaman di Yaman dengan senjata yang diberikan oleh AS,
menunjukkan bahwa Amerika adalah mitra Saudi dalam kejahatan yang telah
ia lakukan baru-baru ini, yang telah menelan ratusan korban tak berdosa.
Syamkhani lebih lanjut menjelaskan bahwa
masyarakat barat harus mengetahui keterlibatan pemerintah mereka atas
kejahatan perang dan kelanjutan perang ini, dan menegaskan bahwa
penjualan senjata ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memilki peran pokok
dalam agresi Saudi ke Yaman, serta pembunuhan pada orang-orang tak
bersalah yang harus segera dihentikan. (Baca: Amerika Jual Senjata ‘Kematian’ Kepada Saudi Untuk Bunuh Yaman)
Pesawat tempur koalisi Arab Saudi yang
diluncurkan pada Sabtu sore saat upacara pemakaman ayah seorang Menteri
Dalam Negeri Yaman di Sana’a, telah menewaskan ratusan jiwa, dan melukai
hampir 525 korban. (SFA) / http://www.salafynews.com/iran-kutuk-serangan-brutal-saudi-dan-sekutunya-di-yaman.html
Balas Serangan Saudi, Rudal Yaman Tewaskan 25 Tentara Saudi dan Seorang Perwira di Jizan
SALAFYNEWS.COM, YAMAN –
Lebih dari dua puluh lima orang tentara Saudi, termasuk seorang perwira
militer, tewas dalam dua serangan rudal ke wilayah Jizan, pada Minggu
(9/10). (Baca: Serangan Saudi Semakin Brutal di Yaman)
Kantor berita Al-Masirah mengutip sumber
militer melaporkan bahwa para pejuang Yaman dan pasukan populer
melakukan dua operasi kualitatif di dua lokasi Al-Qurs dan Al-Qarn,
provinsi Jizan, yang menewaskan lebih dari 25 tentara Saudi termasuk
diantaranya seorang perwira. (Baca: Video Detik-detik Serangan Brutal Saudi di Aula Pemakaman di Yaman)
Ini adalah respon awal atas pembantaian
yang dilakukan Saudi terhadap warga Yaman yang sedang mengikuti prosesi
pemakaman seorang syahid di Sana’a.
Militer Yaman juga bersumpah akan melakukan serangan yang lebih dahsyat dalam beberapa hari ke depan. (SFA) / http://www.salafynews.com/balas-serangan-saudi-rudal-yaman-tewaskan-25-tentara-saudi-dan-seorang-perwira-di-jizan.html
Dewan Tertinggi Politik Yaman Akan Respon Serangan Brutal Saudi
YAMAN, ARRAHMAHNEWS.COM –
Dewan Tertinggi Politik Yaman telah berjanji akan merespon tegas atas
serangan udara Saudi yang menewaskan lebih dari 700 orang selama upacara
pemakaman, dan menyerukan kepada rakyat untuk melakukan turun ke
jalan-jalan Sana’a untuk mengutuk serangan itu.
“Tanggapan terhadap kejahatan para
agresor “akan menenangkan jiwa rakyat Yaman,” Al Manar TV Lebanon
mengutip Dewan Tertinggi Politik Yaman yang mengatakan dalam sebuah
pernyataan yang dikeluarkan pada hari Minggu.
Lebih lanjut mendesak tentara Yaman dan
sekutu Komite Populer untuk menganalisis semua tindakan yang mungkin
dapat dilakukan untuk membalas semua kejahatan Saudi di Semenanjung
Arab.
Dewan Tertinggi Politik Yaman lebih
lanjut menyerukan aksi protes massal di ibukota Sana’a, pada hari Minggu
untuk menunjukkan kemarahan terhadap kekejaman Saudi.
Lebih dari 700 orang tewas dan lebih dari
525 luka-luka pada hari Sabtu, ketika serangan udara Saudi mencapai
balai desa di Sana’a, pada saat para pelayat berkumpul.
Aula tersebut rusak parah, ratusan bagian
tubuh yang ditemukan berserakan di dalam dan di luar gedung, bahkan
mobil-mobil yang diparkir dekat gedung ikut hancur oleh ledakan itu.
[ARN] / https://arrahmahnews.com/2016/10/09/dewan-tertinggi-politik-yaman-akan-respon-serangan-brutal-saudi/
Brigjen Sharaf Luqman; Balasan Yaman Akan Mematikan Untuk Saudi
YAMAN, ARRAHMAHNEWS.COM – Juru bicara Houthi Mohammad Abdulsalam mengutuk serangan keji sebagai tindakan “genosida” yang dilakukan oleh kerajaan Saudi.
“Kesunyian PBB dan masyarakat
internasional adalah mesiu bagi para pembunuh,” katanya, dan
memperingatkan, “Mereka para pembunuh tidak akan lolos dari pengadilan
ilahi.”
Sementara itu, juru bicara militer Yaman
Brigjen Sharaf Luqman bersumpah akan merespon dengan respon tak
terbayangkan atas serangan Saudi pada hari ini.
Para penyusup, yang telah gagal mencetak
gol kemenangan di medan perang, memiliki halusinasi untuk membuat
pasukan Yaman menyerah dalam menghadapi penjajah, katanya. [ARN] / https://arrahmahnews.com/2016/10/09/brigjen-sharaf-luqman-balasan-yaman-akan-mematikan-untuk-saudi/
Kecaman Palsu Ban Ki Moon Atas Serangan Brutal Terbaru Saudi di Yaman
NEW YORK, ARRAHMAHNEWS.COM
– Serangan terbaru Saudi ke Yaman yang telah menewaskan lebih dari 700
di sebuah upacara pemakaman di ibukota Yaman, Sana’a pada Sabtu (08/10)
kemarin, adalah salah satu harga sangat mahal yang harus dibayar rakyat
Yaman pasca dihapusnya Kerajaan itu dari daftar hitam pelaku kejahatan
perang oleh PBB. (Baca juga: Arab Saudi Semakin Brutal di Yaman, Pasca PBB Hapus dari Daftar Hitam)

Ban Ki Moon
Pada bulan Juni 2016, Komandan militer Yaman mengungkap bahwa langkah DK PBB yang menghapus nama Arab Saudi dari daftar hitam pelanggar hak-hak anak telah membuat Riyadh semakin berani mengintensifkan serangannya terhadap Yaman. Dan hingga saat ini, Arab Saudi memang terbukti terus-menerus meningkatkan aksi brutal serangan udara terhadap warga sipil Yaman.
Serangan yang dilakukan Riyadh terhadap
kerumunan masyarakat Yaman dalam sebuah upacara pemakaman kemarin adalah
salah satu buah dari keputusan Sekjen PBB, Ban Ki Moon, yang kala itu
mengumumkan bahwa pihaknya ditekan untuk mengeluarkan Saudi dari daftar
Hitam. (Baca juga: Realitas Kejahatan Saudi, PBB dan Dunia Atas Rakyat Yaman)
Meski kini Ban mengumumkan kecamannya terhadap serangan Arab Saudi itu, namun berbagai pihak menyangsikan keseriusan PBB akan mengambil tindakan nyata dalam pembantaian terbaru dari sekian banyak pembantaian yang telah Saudi lakukan di Yaman.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon
sebagaimana dilaporkan Sputnik pada Minggu (09/10)mengutuk serangan
udara Saudi yang dilancarkan secara brutal di sebuah upacara pemakaman
yang diadakan di ibukota Yaman tersebut. (Baca juga: Arab Saudi Tolak Penyelidikan Independen PBB Terhadap Kejahatan Perang di Yaman)
Jubir Ban mengatakan bahwa Sekretaris Jenderal mencatat setiap serangan yang disengaja terhadap warga sipil sama sekali tidak dapat diterima dan menyerukan penyelidikan yang cepat dan berimbang tentang kejadian ini. “Mereka yang bertanggung jawab atas serangan brutal itu harus dibawa ke pengadilan”.
Menurut perkiraan PBB, serangan itu
menewaskan 140 nyawa dan menyebabkan lebih dari 525 orang terluka,
sementara media Yaman, Yemen Post Newspaper melaporkan ada 700 jiwa
bahkan lebih lebih tewas. (ARN) / https://arrahmahnews.com/2016/10/10/kecaman-palsu-ban-ki-moon-atas-serangan-brutal-terbaru-saudi-di-yaman/
Prestasi Hebat Saudi Arabia, Bunuh 100 Orang di Sanaa
Serangan udara bani Saud di Yaman
Islam Times - Jumlah
korban sangat mungkin akan terus meningkat. Selain menewaskan 100 orang,
lebih dari 500 orang dilaporkan terluka parah.
Pesawat
tempur Saudi Arabia menyerang ibukota Sanaa, menargetkan ribuan
kerumunan orang ketika melangsungkan upacara pemakaman dan menewaskan
sedikitnya 100 orang, demikian laporan media setempat pada Sabtu,
08/10/16.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Khamis, Sanaa Selatan.
Menurut berita setempat, sembilan serangan udara dilancarkan oleh jet tempur Saudi dan menghancurkan bangunan tempat acara itu berlangsung.
Jumlah korban sangat mungkin akan terus meningkat. Selain menewaskan 100 orang, lebih dari 500 orang dilaporkan terluka parah.
Ribuan orang menghadiri pemakaman ayah dari Jalal al-Roweishan, Menteri Dalam Negeri di pemerintah Yaman.
Televisi al-Masirah Yaman mengatakan rumah sakit di ibukota sangat membutuhkan donor darah.
Warga sipil adalah korban utama dari aksi militer Saudi di Yaman.
Pada September tahun lalu, jet Saudi juga membombardir sebuah upacara pernikahan di kota Mokha di provinsi barat daya Taizz, menewaskan lebih dari 130 warga sipil. Para korban sebagian besar perempuan dan anak-anak. [IT/onh/Ass] / http://islamtimes.org/id/doc/news/573941/
Mohon Ijin Nitip Di Bawah ini Semoga MANFAAT
BalasHapusRaja Pulsa
Jelita Reload
Permata Pulsa
Market Pulsa
Distributor Pulsa
Pulsa Murah